Hubungan Antara Motivasi dan Kemandirian Terhadap Hasil Belajar Siswa SD

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Motivasi merupakan faktor yang penting dalam proses pembelajaran baik bagi guru maupun bagi siswa.Jika guru mengetahui motivasi belajar siswanya,guru dapat memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswanya sehingga tujuan dan hasil yang diharapkan dalam proses pembelajaran dapat tercapai secara optimal.

Bagi siswa, motivasi belajar dapat meningkatkan kemauannya dalam  belajar sehingga siswa dapat terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan semangatnya untuk melakukan perubahan belajar kearah yang positif.

Motivasi tidak hanya penting untuk membuat peserta didik melakukan aktivitas belajar, melainkan juga menentukan berapa banyak peserta didik dapat  belajar dari aktivitas yang mereka lakukan atau informasi yang mereka hadapi.

Peserta didik yang termotivasi menunjukkan proses kognitif yang tinggi dalam belajar, menyerap, dan mengingat apa yang telah dipelajari. Motivasi belajar siswa merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajar.

Cara memberikan motivasi kepada anak SD sebenarnya mudah, dengan memperhatikan mereka dalam memahami pelajaran, memberikan materi yang menyenangkan dan memberikan reward jika mereka mendapatkan nilai yang bagus.

Selain motivasi, hal yang mempengaruhi belajar adalah kemandirian. Kemandirian merupakan salah satu aspek kepribadian yang sangat penting bagi individu.

Individu yang memiliki kemandirian tinggi relatif mampu menghadapi segala permasalahan karena individu yang mandiri tidak tergantung pada orang lain, selalu berusaha menghadapi dan memecahkan masalah yang ada. Siswa dikatakan telah mampu belajar secara mandiri apabila ia telah mampu melakukan tugas belajar tanpa ketergantungan dengan orang lain.  

Cara menanamkan kemandirian untuk anak Sekolah Dasar, biasanya guru memberikan soal lalu murid dipersilahkan menjawab pertanyaan yang diberikan, dengan memberikan Pekerjaan Rumah (PR) juga dapat meningkatkan kemandirian siswa.

Hasil belajar merupakan perubahan perilaku yang diperoleh peserta didik. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Sedangkan dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya pengajaran dari puncak proses belajar setelah mengalami kegiatan belajar. Jadi jika siswa memiliki motivasi dan kemandirian belajar yang baik maka hasil belajar siswa juga akan maksimal.

Pebulis : Alfiantika Liana,NIM: 2018015349,Prodi: Pendidikan Guru Sekolah Dasar,Status: Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )