IMPLEMENTASI AJARAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM PROSES PENDIDIKAN SISWA INKLUSI

Kampus Kita


KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Dalam dunia pendiidkan setiap orang mempunya hak yang sama .setiap orang berhak memiliki pendiidkan sesuai kebutuhan dan keinginannya .sesuai ajaran Ki Hajar Dewantara dalam konsep 3 N yaitu Niteni,Niroke,dan Nambahi yang berarti bagaimana kita menjadi pendidik yang bisamengamati,meniru dan menambahkan nilai pendidikan tersebut sehingga menjadi lebih berguna dan dapat dijadikan pedoman dan pembelajaran dimasa yang akan datang,tidak hanya dalam pendidkan untuk siswa regular tetapi juga untuk semua bahkan siswa yang memiliki kebutuhan khusus sekalipun ,tetap memiliki hak dalam mengenyam pendidikannya.

Sehingga dalam proses pembelajaran melalui kebijakan dan toleransi dalam sekolah atau satuan pendiidkan setiap siswa serta keberagamannya
diberikan pelajaran dan perlakuan yang sama tetapi disesuaikan dengaan kemampuan dan porsi setiap siswa tersebut.

Pendidikan inklusif adalah sistem penyelenggaraan pendidikan yang memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan atau bakat istimewa untuk mengikuti pendidikan atau pembelajaran dalam satu lingkungan pendidikan secara bersama-sama dengan peserta didik pada umumnya ( regular).jadi dalam sekolah inklusi siap menerima dan memberikan layanan pendiidkan kepada siswa dengan berbagai keberagamannya .keberagaman tersebut bukan hanya terbatas pada perbedaan adat ,,budaya ,suku dan bahasa tetapi juga perbedaan di dalam kemampuan dan kebutuhan siswa, tidak terkecuali siswa berkebutuhan khusus yang
mengikuti proses pembelajaran di sekolah regular tersebut.

Keberhasilan proses pendidikan melalui beberapa tahap yang menarik untuk di bahas .pada dasarnya siswa berkebutuhan khusus di sekolah
inklusif juga tidak lepas dari penerimaan siswa biasa lainnya.dengan adanya keberagaman siswa,guru harus bisa menilai dan menuntun siswa untuk mencapai tujuannya.menjadi guru tidak hanya sekedar memberikan materi ,tetapi juga tentang bagaimana materi itu disampaikan dan bagaimana siswa tersebut bisa menerima dan menanggapinya dengan baik .
Keragaman belajar pada siswa antara lain .
a. Kesiapan belajar
Kesiapan belajar memilki banyak definsi oleh para ahli seperti ; kesiapan belajar merupakan prasyarat untuk belajar ke tahap berikutnya atau kesiapan adalah keseluruhan semua kondisi individu yang membuatnya siap untuk memberikan responatau jawaban didalam cara tertentu terhadap suatu situasi tertentu . kondiis tertentu yang dimaksud adalah kondisi dan psikisnya sehingga untuk mencapai tingkat kesiapan
yang maksimal diperlukan kondisi fisik dan psikis yang saling menunjang kesiapan individu tersebut dalam proses pembelajaran . atau kesiapan merupakan kemauan,keinginan dan kemampuan dalam mengusahakan kegiatan yang bergantung pada kematangan ,pengalaman , mental dan emosi .
b. Gaya belajar

Gaya belajar adalah kecendrungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas / sekolah maupun tuntutan mata pelajaran .gaya belajar itu sendiri terdiri dari 3 bagian yaitu yang pertama ; modalitas belajar visual ( belajar dengan melihat ), modalitas belajar dengan audio ( belajar dengan mendengarkan ), modalitas belajar dengan kinestetik ( belajar dengan gerakan –gerakan fisik )
c. Ketertarikan siswa /minat belajar
Minat belajar dapat diartikan sebagai suatu ketertarikan terhadap suatu objek yang kemudian mendorong individu untuk mempelajari dan menekuni segala hal yang berkaitan dengan minat belajarnya .minat belajar yang diperoleh melalui adanya suatu proses belajar dikembangkan melalui proses menilai suatu objek yang kemudian menghasilkan suatu penilaian .penilaian tertentu terhadap objek yang menimbulkan minat belajar seseorang .

Berdasarkan konsep TRI N dari KI Hajar Dewantara yakni Niteni ,Niroke dan Nambahi ,seorang pendidik haruslah bisa menjadi seorang pamong yang bisa mengayomi anak-anaknya ,dalam proses pembelajaran baik anak tersebut seorang inklusif ataupun regular.bukan saja nilai dan kerterampilan fiisik yang menjadi tolak ukur sebuah pembelajaran berjalan sukses tetapi juga bagaimnaa pendiidkan karakter di tanamkan dalam setiap siswa.

a.NITENI
Niteni atau melihat atau mengamati . setiap kegiatan yang dilakukan oleh
seorang pamong atau pendidik dilihat dan diamati oleh siswa .oleh karena itu ,ketika pendidik menunjukan atau memperlihatkan sesuatu yang berkaitan dengan proses pembelajaran harus bisa menyesuaikan dengan keadaan kelas dan keadaan siswanya, jika didalam kelas tersebut terdapat siswa yang berkebutuhan khusus sehingga memerlukan perhatian atau tindakan khusus maka pendidik harus bisa memiliki alternative dan kesiapan dalam memberikan pelayanan terhadap siswa tersebut .
b.NIROKE
NIROKE berarti menirukan .jadi ketika pendiidk melakukan atau memperagakan sesuatu ia akan menirukan apa yang sudah dilakukan oleh guru tersebut .hal ini berllaku untuk semua anak disekolah regular baik yang memiliki kebutuhan khusus dengan bermacam-macam karakteristik , tetapi menjadi seorang pamong dan pendiidk haruslah bisa memberikan yang terbaik yang bisa ditiru oleh anak-anaknya.
c.NAMBAHI
NAMBAHI yaitu menambahkan . pada konsep yang ini siswa diminta untuk bisa berinovasi dan berkreasi sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya masing –masing setelah mengamati dan menirukan proses pembelajaran yang sudah didapatkan .pendidik bisa menjadi tutor dalam proses belajar siswa sehingga apa yang di kerjakan bisa sesuai dengan keinginan siswa tersebut .

Dalam hal ini seorang pendidik haruslah memiliki keallihan khusus yang berguna sebagai pendukung dalam proses pembinaan terhadap siswa baik siswa regular ataupun berkebutuhan khusus.namun disetiap sekolah sering memiliki Guru Pembimbing Khusus (GPK) untuk lebih detail dalam penanganannya terhadap siswa yang benar-benar berkebutuhan khusus . jadi GPK tersebut hanya menjadi pembimbing bagi anak –anak berkebutuhan khususdi sekolah regular .pembimbing tersebut juga bisa menanamkan konsep 3N pada proses pembelajaran setiap hari ,bukan hanya konsep 3 N tetapi masih banyak lagi konsep yang di ajarkan oleh Ki Hajar Dewantara yang bisa menjadi pedoman dalam proses belajar mengajar dan menjadi pamong yang baik .

Maria Amsilia Nogo