KESULITAN MEMBACA DI SD

Kampus Kita

KORANBOGOR.,com,YOGYAKARTA-Membaca merupakan salah satu dari keterampilan berbahasa. Kesulitan dalam menguasai aspek atau komponen bahasa tertentu akan berpengaruh pada penguasaan aspek atau komponen yang lain.

Tidak ada kesulitan belajar aspek bahasa tertentu, jadi ketika anak mengalami kesulitan membaca, berarti kesulitan yang dialami anak mungkin dalam menguasai berbagai aspek atau komponen bahasa, namun yang menonjol adalah dalam membaca

Kemampuan membaca merupakan kemampuan dasar pada jenjang pendidikan dasar dan sekolah dasar (SD) merupakan satuan pendidikan yang memberikan kemampuan dasar tersebut sebagaimana yang dinyatakan dalam Bab II pasal 6 ayat 6 PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 

Selain itu, sekolah dasar sebagai lembaga pendidikan formal diharapkan dapat menangani kesulitan yang dialami anak untuk meningkatkan keterampilan berbahasa termasuk kemampuan membaca. Pengajaran membaca di SD terbagi menjadi 2 tahapan yaitu membaca permulaan dan membaca lanjut. Membaca permulaan yang diajarkan di kelas I dan II memiliki peranan yang sangat penting. 

Siswa yang tidak mampu membaca dengan baik akan mengalami kesulitan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran serta kesulitan dalam menangkap dan memahami informasi yang disajikan melalui berbagai buku pelajaran, buku-buku bahan penunjang, dan sumber-sumber belajar tertulis lainnya. 

Siswa SD kesulitan membaca permulaan mengalami berbagai kesalahan dalam membaca antara

  1. Penghilangan kata atau huruf

Siswa sering  menganggap huruf atau kata yang dihilangkan tersebut tidak diperlukan.

  1. Penyelipan kata

Penyelipan kata terjadi karena anak kurang mengenal huruf, membaca terlalu cepat, atau karena bicaranya melampaui kecepetan membacanya.

  1. Penggantian kata

Hal ini dapat terjadi karena anak tidak memahami kata sehingga hanya menerka-nerka saja.

  1. Pengucapan kata salah

Keadaan semacam ini dapat terjadi karena anak tidak mengenal huruf sehingga menduga-duga saja, mungkin karena membaca terlalu cepat, perasaan tertekan atau takut kepada guru, atau karena perbedaan dialek anak dengan bahasa Indonesia yang baku.

  1. Pengucapan kata dengan bantuan guru

Pengucapan kata dengan bantuan guru terjadi jika guru ingin membantu 

anak melafalkan kata-kata. Hal ini terjadi karena sudah ditunggu beberapa menit oleh guru tetapi anak belum juga melafalkan kata-kata yang diharapkan.

(Red/ Kurnia Agustin dengan NIM 2018015204 dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar )