Mengenalkan Baju Adat Jawa di Sekolah Dasar

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Baju adat Jawa merupakan baju khas dari etnis Jawa. Sejak zaman kerajaan, orang jawa sudah mengenakan baju adat khas Jawa ini..

Pada saat ini Gubernur DIY melalui pergub No 12 tahun 2015, melalui surat edaran Sekertaris daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta nomor: 3/SE/II/2017 terkait himbauan kepada seluruh Pegawai Aparatur Sipil Negara untuk menggunakan pakaian tradisional Jawa Yogyakarta setiap hari Kamis Pahing.

Termasuk tenaga pendidik maupun siswa-siswinya yang berada didaerah Yogyakarta agar mengenakan baju adat Jawa mulai dari tingkat sekolah dasar.

Mengapa baju adat Jawa harus dikenalkan pada anakk SD? Pada saat ini banyak anak yang kurang mengenal tentang baju adatnya sendiri.

Sehingga kecintaan teradap baju adatpun semakin luntur.

Mereka hanya mengenakan baju adat ketika waktu tertentu saja, seperti hari kartini dan menghadiri acara pernikahan. 

Dengan adanya pergub yang mengharuskan memakai baju adat khas Jawa setiap hari Kamis Pahing, guru-guru di SD juga siswa-siswinya diwajibkan agar menegenakan baju adat ketika hari Kamis Pahing.

Tidak hanya guru dan murid yang mengenakan baju adat.Namun para karyawan yang bekerja di SD tersebut juga diwajibkan mengenakan baju adat ketika hari Kamis Pahing.

Murid kelas 1 SD N Pucanggading mengenakan pakaian adat pada hari Kamis Pahing

Tujuan disahkannya pergub No.12 tahun 2015 antara lain: mengenalkan baju adat kepada generasi muda, merupakan salah satu usaha melestarikan baju adat Jawa, menenamkan jiwa cinta akan baju adatnya sehingga menumbuhkan semangat untuk menjaga kelestarian baju adat tersebut.

Seiring berkembangnya zaman, baju adat Jawapun mengikuti trend di masyarakat, tanpa mengubah bentuk dasar dari baju adat Jawa itu sendiri. Beberapa kreasi baju adat Jawa yaitu: kebaya, beskap, surjan, jawi jangkep, dan lain sebagainya.

(red/ Karya : Rahayu Eka Putri  /  kuliah di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. )