Meningkatkan Keterampilan dan Kreatifitas di Masa Pandemi Dengan Belajar Membatik

Bogor Now Kampus Kita

Oleh : Intanisa Zufiyanti, NIM: 2019015025, Status: Mahasiswi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta,

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pada masa pandemi seperti saat ini seluruh siswa- siswi diwajibkan untuk belajar dari rumah. Mereka mengerjakan segala sesuatunya juga secara online. Ruang gerak dalam belajar dan bermain mereka pun juga dibatasi.

Oleh karena itu, seluruh elemen harus terus mendukung para siswa-siswi dalam belajar walaupun di rumah saja. Tak terkecuali orang tua ataupun wali murid. Sebagai orang tua, kita wajib memberikan pendidikan terbaik bagi anak- anak.

Dimasa seperti ini, kita dapat memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi anak, dengan mencoba hal- hal yang sederhana
namun memiliki pengaruh besar bagi anak contohnya mengajarkan keterampilan membatik pada anak.

Dengan mengajarkan membatik pada anak kita dapat menganalkan budaya batik yang sangat identik dengan Negara Indonesia. Dengan kata lain kita dapat mewariskan budaya dari leluhur kepada anak cucu kita. Sebelum mengajarkan keterampilan membatik kepada anak, kita juga harus memberitahu apa makna dari kata batik.

Kita dapat menjelaskan bahwa secara etimologi batik berasal dari bahasa
Jawa yakni Ambathik. “Amba” merujuk kepada lebar, luas, atau kain. Sementara

“thik” berarti titik atau “matik” dalam bahasa Jawa. Kemudian kata tersebut lebih dikenal dengan batik yang berarti menghubungkan titik-titik menjadi pola tertentu pada kain yang luas atau lebar.

Kita juga dapat memberikan gambaran- gambaran aneka cora motif batik yangada di Indonesia, contohnya kita dapat menacari gambar motif batik parang, lowong, mega mendung, geblek renteng, dan masih banyak lagi beserta maknanya dengan mencantumkan daerah asal motif tersebut.

Dengan demikian anak akan memahami arti kata batik dan makna dari setiap motif yang ada pada batik nusantara.

Kita dapat memilih salah satu teknik membatik yaitu batik tulis, batik kombinasi cap dan tulis, batik cap, dan yang terakhir adalah batik printing.

Namun saat ini cara atau teknik pembuatan batik juga telah berkembang, yaitu dengan teknik batik lukis, ikat, dll, yang dapat diajarkan pada anak.

Kita dapat memilih salah satu dari berbagai teknik membatik tersebut dengan tetap memperhatikan usia dan kesanggupan anak.

Misalnya saja pada anak usia PAUD & TK kita dapat mengajak anak untuk membuat batik lukis dan ikat, karena lebih mudah dan dapat melatih kreatifitas anak.

Pada anak usia SD kelas bawah, kita juga dapat mengajarkan teknik lukis, ikat, dan tulis (namun harus diawasi dengan ekstra ).

Pada anak usia SD kelas atas, kita dapat mengajaknya untuk membuat batik tulis dengan motif sedikit rumit.

Namun dianjurkan untuk membuat motif- motif tokoh kartun yang banyak digemari anak- anak misal mickey mouse, doraemon, shaun the sheep, tayo, dll agar anak lebih tertarik dalam membatik,

Karena dalam proses membatik memerlukan ketekunan, ketelitian, dan keuletan, maka membatik juga memiliki segudang manfaat bagi anak, dianataranya;

  1. Dapat memupuk rasa cinta tanah air, karena dengan belajar membatik anak dapat mewarisi dan mengenal salah satu budaya yang ada di Indonesia.
  2. Dapat membentuk karakter anak, karena dalam proses membatik anak dapat belajar bertanggung jawab atas apa yang ia kerjakan, disiplin, gigih, dan teliti dalam segala hal.
  3. Dapat meningkatkan keterampilan berwirausaha, karena dengan membatik anak dapat menciptakan karyanya sendiri dan dapat menjualnya.
  4. Dapat meningkatkan kreatifitas. karena dengan membatik, anak dapat
    menuangkan ide- ide baru dengan media kain mori dan malam atau lilin serta dapat mewarnai sesuai keinginannya.
  5. Yang terakhir adalah anak akan paham dalam menghargai proses, seperti kata pepatah “proses tak akan menghianati hasil”. Dengan menanamkan sikap menghargai proses, maka anak akan cenderung memiliki semangat untuk bekerja keras dan tidak berorientasi pada hasil. Selain itu anak akan terbiasa menghargai orang lain dan
    mengapresiasi pekerjaan orang lain.