MINUSNYA PENDIDIKAN DARI ORANGTUA

Bogor Now Kampus Kita

Oleh: Shinta Rahmasari Mahasiswi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan sebuah indvidu, terutama perkembangan bagi bangsa dan negara. Oleh sebab itu seluruh warga negara Indonesia harusĀ  mendapatkannya.

Tentu saja hal ini sudah diatur dalam UUD 1945, yang artinya pendidikan diangap sangat penting bagi seluruh warga negara Indonesia.

Pendidikan sangat penting untuk membentuk pribadi-pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Allah, memiliki percaya diri, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu mengaktualisasikan diri sesuai dengan kemampuannya.

Anak merupakan generasi penerus peradaban yang harus memperoleh pendidikan sejak usia dini. Mereka memiliki kreativitas alami yang perlu untuk dikembangkan serta kemampuan unik dan beragam.

Anak pada usia dini masih dalam taraf pembentukan baik kemampuan otaknya maupun kemampuan fisiknya.

Setiap anak membawa kreativitas alamiah dan memiliki kemampuan yang harus disadari oleh orang tua dan pendidikan.

Kreativitas harus dikembangkan sedini mungkin agar anak dapat meraih kesuksesan di hidupnya kelak.

Para ahli menyebutkan bahwa ada tiga hal yang menentukan kepibadian seseorang.

Ketiga hal tersebut adalah pertumbuhan fisik, pertumbuhan mental, dan pertumbuhan emosi, dan hal ini tentunya tidak lepas dari rangsangan lingkungan anak tersebut.

Di sini, lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah juga ikut berperan. Keluarga merupakan kesatuan masyarakat terkecil yang menjadi panutan awal seorang anak.

Orang tua yang memupukkan harapan dan perhatian atas pendidikan agama dan sopan santun memang mepunyai alasan yang setiap manusia memiliki bakat yang mengarah kepada kerusakan moral.

Masa remaja merupakan tahap yang paling sulit dalam perkembangan seorang anak. Untuk menuju awal kedewasaan diperlukan bimbingan, keteladanan, dan kebijaksanaan dari orang tua.

Kurangnya komunikasi antara orangtua akan menyebabkan anak tersebut mencari perhatian di luar rumah dengan berbuat hal-hal yang negatif dan cenderung merusak diri sendiri dan orang lain.

Seringkali orangtua membudiyakan sikap jelek anak, seperti membela anak yang berbuat salah karena malu mengakui kalau si anak tersebut memang kurang terdidik.

Anak akan merasa tersingkirkan, tidak diberi kasih sayang dan akhirnya akan membuat ia trauma dan terjun ke dunia yang tidak diinginkan.

Disisi lain, rasa sayang yang berlebihakn akan membuat orang tua memanjakan anak-anaknya.

Yang akan berakibat anak tesebut akan tumbuh menjadi generasi manja yang tidak mampu mandiri dan sangat tergantung kpada orang lain.

Sebenarnya, kita bisa menekan potensi buruk sedini mungkin, bila faktor yang menimbulkannya dihilangkan. Membimbing anak melalui pengembangan moral kearah budi pekerti yang mulia akan mustahil dilakukan apabila orang tua acuh terhadap perkembangan moral anak-anaknya.

Sebenarnya, menghormati orang tua merupakan sesuatu yang seharusnya. Anak yang menghormati orang tua tentu akan hormat pula kepada orang lain yang lebih tua darinya, termasuk guru.

Lewat pendidikan agama, kepribadian anak tumbuh kuat menjadi pribadi yang mencintai kebenaran, keadilan dan kejujuran.

Orang tua harus memulai sesuatu yang baru, yang dapat diharapkan menjadi tujuan harapan bangsa. Jangan sampai anak-anak yang masih peka terhadap kejujuran dirusak dengan kepura-puraan atau kebohongan.

Kejujuran merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dunia pendidikan. Masa depan anak Indonesia adalah masa depan bangsa dan negara.

Salah satunya dengan mmberikan model tindakan keseharian yang bersifat mendidik dan bisa dipelajari si anak untuk ditiru, yang memperlakukan anak dengan penuh kasih sayang.

Memberikan aturan atau disiplin yang tegas namun tanpa memaksakan, dan sekaligus memberikan kebebasan tertentu selama aturan yang dimaksud itu tidak dilanggar.