PENANAMAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL DI SEKOLAH DASAR

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan multikultural adalah pendidikan yang memberikan rasa cinta akan perbedaan kepada setiap orang yang mempelajarinya.

Perbedaan yang sering menjadi permasalahan di dalam suatu kelompok, maupun indvindu dengan individu yang lainnya. Hal ini terjadi karena tidak  adanya nilai toleransi yang tertanam seperti yang diutamakan oleh pendidikan multikultural

Pendidikan multikultural sangat penting diterapkan kepada setiap orang. Khusunya warga negara indonesia. dimana negara indonesia memiliki keragaman sara (suku,agama,ras). Dimana keragaman tersebut menjadikan perbedaan dan perbedaan tersebut sering kali menjadikan suatu sumber permasalahan yang  ada.

Jadi bisa kita simpulkan pendidikan multikultural sangat perlu diterapkan sebagai salah satu sarana antisipasi dalam menghadapi permasalahan perbedaan.

Namun penerapan pendidikan multikultural yang tepat, bukanlah setelah adanya permasalahan. Melainkan sebelum adanya permasalahan. 

Permasalahan sering terjadi setelah seseorang memasuki tahap umur dewasa. Dimana kepribadian yang anak tersebut lakukan semenjak dilahirkan, sampai anak di didik oleh orang tua dan mengikuti polah hidup di ruang lingkup tempat tinggalnya, akan anak tersebut lakukan hingga anak tersebut beranjak dewasa.

Dengan demikian pendidikan multikultural sedini mungkin harus diberikan kepada anak. Dimana pada masa tersebut karakter anak yang belum terbentuk akan lebih mudah menerima ajaran yang diberikan.

Sekolah dasar ialah dimana tempat anak akan menerima ilmu-ilmu dasar. Dan tepatnya pembentukan karakter anak akan mulai dibentuk juga. 

Pembentukan karakter adalah pembentukan diri seseorang untuk lebih baik dari sebelumnya. Dan karakter yang dimaksud mencakup banyak hal salah satu diantaranya  ialah akhlak. 

Namun penerapan pendidikan multikultural di sekolah dasar mungkin akan lamban dipahami anak jika penerapannya dalam bentuk materi pelajaran seperti mata pelajaran inti yang diberikan disekolah dasar.

Tetapi penerapan pendidikan multikultural akan lebih memikat perhatian anak jika melalui bentuk permainan. 

Permainan tradisional yaitu permainan yang dahulu sering dimainkan oleh anak-anak usia sekolah dasar. Tetapi sehubungan dengan perkembangan zaman permainan anak pun ikut berkembang dan anak mulai beralih bermain menggunakan gadget dan mulai melupakan permainan tradisional. Akibat dari permainan gadget membuat kebanyakan anak lebih hidup individualis. karakter tersebut akan tidak baik untuk kemajuan bangsa. dimana anak-anak merupakan penerus bangsa,  dimasa yang akan datang.

Penerapan permainan tradisional pada anak sekolah dasar bertujuan untuk menerapkan pendidikan multikultural dengan membentuk karakter anak yang peduli akan budaya negara sendiri dan menghargai orang-orang yang ada disekitar.

Karena permainan tradisional yang banyak dilakukan secara bersama dan berkelompok, hal tersebut juga bisa melatih anak untuk terbiasa hidup saling menhargai satu sama lain bukan hanya mementingkan diri sendiri.

Jika pendidikan  multikultural ditanamkan sejak sekolah dasar maka kedepannya anak tersebut akan berjalan kearah kebaikan, dan mampu menjadi penerus bangsa yang akan membawa kearah yang lebih baik juga.

(Red/Yensi oktaviani,Nim : 2018015039 Asal : Belitung .Status : mahasiswi PGSD di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )