Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Pada Era Milenial

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Era milenial sekarang berbeda dengan era sebelumnya, yakni pada era milenial sekolah dituntut harus memiliki persiapan pada guru dan peserta didiknya dalam menghadapi pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis internet.

Setiap peserta didik dihadapkan pada tantangan digitalisasi ilmu pengetahuan yang bersumber tidak hanya dari guru, melainkan dari internet dan juga kecanggihan teknologi digital.

Dengan demikian, siswa sekolah dasar juga akan terpengaruh dan terkena dampak dari kemjauan teknologi yang bisa diakses kapan dan dimana saja.

Untuk mempersiapkan generasi Milenial dalam menghadapi tantangan di era dimana pesatnya kemajuan teknologi dan komunikasi,peran pemerintah pada pendidikan khususnya di sekolah dasar sangat diperlukan.

Persiapan generasi milenial ini dapat dilakukan dengan pendidikan karakter pada peserta didik. Pendidikan karakter adalah sebuah proses atau usaha untuk membentuk perilaku peserta didik yang tercermin dalam kata, sikap, perbuatan berdasarkan nilai, norma, dan moral luhur melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan.

Penerapan pendidikan karakter memerlukan pendekatan pribadi secara terus menerus dari semua pihak seperti guru, konselor, dan orang tua. 

Seperti yang diketahui, akhir-akhir ini banyak berita yang menyatakan bahwa kurangnya akhlak peserta didik di sekolah dasar.

Ada siswa yang melakukan hal buruk kepada gurunya bahkan ada juga siswa yang melakukan pelecehan terhadap teman sekelasnya, tetapi siswa tersebut justru bangga akan kelakuan buruk yang diperbuatnya.

Mereka bangga dengan perbuatan tercelanya, dan lupa bagaimana menghormati orang yang lebih tua dan menghargai sesama temannya. Oleh sebab itu, penanaman pendidikan karakter harus diberikan kepada peserta didik sejak dini.

Dengan adanya peran pemerintah dalam menjalankan program pendidikan karakter, generasi milenial di Indonesia mampu bersaing dan memiliki kemampuan yang baik dalam menghadapi perkembangan jaman, dan yang terpenting guru melalui proses pembelajaran mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

Pendidikan diharapkan menyiapkan peserta didik dengan kegiatan dan pengajaran yang sesuai dengan tantangan jaman di masa depan (Amri, 2013). Terutama pada pendidikan di sekolah dasar yang merupakan jenjang pendidikan pertama yang ditempuh oleh peserta didik. (Red/ Dian Ruki dari Prodi PGSD universitas Sarjanawiyata Tamansiswa  )