Pendidikan Karakter Di Sekolah Dasar

Kampus Kita

KORANBOGOR.com.YOGYAKARTA-Pendidikan sering menjadi tolak ukur untuk menentukan kualitas dari suatu individu yang katanya bahwa semakin tinggi pendidikan seseorang maka akan semakin tinggi kualitas individu tersebut.

Memang bukan lagi menjadi suatu rahasia bagi sebagian orang bahwa tingkat pendidikan seseorang dapat menentukan kualitas individu.

Tetapi di era globalisaasi ini banyak ditemukan berbagai fenomena terkait pendidikan karakter yang menarik untuk dibahas.

Penggunaan gadget yang kian meningkat dari hari ke hari membuat suatu problema yang meresahkan bagi sebagian orangtua.

Contoh kecilnya saja seperti anak yang sulit dimengerti, kurangnya komunikasi antar orangtua, dan sedikitnya anak yang melestarikan budaya salam sebelum masuk kerumah.

Hal ini membuktikan bahwa anak-anak zaman sekarang sangat memerlukan pendidikan karakter yang paling optimal.

Pendidikan karakter ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai dan norma-norma yang terkandung di masyarakat sekitar sehingga anak tidak hanya memahami pendidikan yang diajarkan oleh orangtua tetapi juga dapat menerapkan karakter yang berbudi luhur dan dapat menjadi contoh teladan bagi orang disekitarnya.

Menanamkan pendidikan karakter ini pun tidaklah mudah, tidak hanya dukungan dari orangtua saja tetapi perlunya dukungan dari pihak sekolah sehingga pendidikan karakter tersebut dapat terlaksana.

Pendidikan karakter di setiap sekolah pun berbeda-beda. Beberapa sekolah menerapkan pendidikan karakter menggunakan sistem peraturan yang ketat. Nyatanya tidak semua murid di sekolah dapat mematuhi peraturan yang berlaku tersebut.

Sebagian murid pun merasa terkekang karena peraturan yang dibuat pun terasa kurang benarr. Untuk menerapkan sistem pendidikan karakter ini memanglah tidak mudah. Perlu usaha yang tinggi untuk dapat menyelaraskan dengan siswa yang menjadi objek pendidikannya. 

Pendidikan karakter ini sangat diperlukan karena dalam Undang-Undang no 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada pasal 1 (satu) yang disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,kempribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilkan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Berdasarkan pasal yang telah disebutkan tersebut, setiap sekolah yang ada di Indonesia harus mempunyai visi dan misi yang dapat membangun siswa yang unggul, bukan malah membuat pendidikan di sekolah menjadi beban untuk muridnya.

Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan tersebut, pihak sekolah harus membuat sistem sekolah yang dapat mencetak siswa unggu yang nantinya akan dapat membangun bangsa menjadi lebih maju lagi.

Selain sekolah dan orangtua, tentunya ada guru yang seyogianya dapat membantu murid untuk menjadi lebih unggul. Sistem pengajaran yang baik akan membuat siswa yang belajar menjadi lebih bersemanga, apalagi malah pelajarannya disukai oleh muridnya.

Guru merupakan sosok teladan yang dapat dicontoh oleh siswanya. Seorang guru harus mengetahui kemampuan setiap muridnya.

Jangan sampai guru hanya fokus dengan murid yang pintar saja, karena setiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda dengan setiap murid lainnya.

Menjadi guru yang profesional harusnya mempunyai sifat-sifat yang daapt dicontoh murid. Sifat yang harus ada pada guru adalah bertanggun jawab, berjiwa nasional dan berkelakuan baik.berdasarkan sifat tersebut,lambat laun murid akan mengerti tentang cara berbudi luhur yang baik sehingga murid dapat terbiasa untuk menyesuaikan diri dengan lebih baik ketika terdapat budaya baru yang murid tersebut tidak tahu.

Pendidikan karakter ini bukanlah sesuatu yang dapat dianggap remeh karena berkaitan dengan psikologi seseorang.

Membangun karakter sejak dini adalah tindakan yang sangat tepat untuk mencegah perbedaan budaya yang sering membuat sebagian murid merasa kaget.

Waktu yang sangat tepat untuk mendidik siswa yang unggul adalah saat siswa meranjak di usia 5 sampai 12 tahun yang merupakan pendidikan sekolah dasar.

(Red/Hidayatun Nisa,kampus : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. )