PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH DASAR SEBAGAI UPAYA PENGUATAN JATI DIRI BANGSA

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan multikultural adalah suatu pendekatan progresif untuk mengubah pendidikan yang secara menyeluruh mengkritisi dan menunjukkan kekurangan, kegagalan, dan praktek diskriminasi dalam pendidikan.

Hal ini didasarkan pada cita-cita tentang keadilan sosial,persamaan pendidikan,dan dedikasi untuk menfasilitasi pengalaman-pengalaman pendidikan dimana setiap siswa dapat meraih potensinya sebagai pelajar dan sebagai makhluk yang aktif dan sadar secara sosial dalam tingkat lokal, nasional, dan global.

Tujuan utama dari pendidikan multikultur adalah untuk mempengaruhi perubahan sosial. Jalan untuk mencapai tujuan tersebut dengan menggabungkan tiga perubahan: perubahan diri sendiri,perubahan sekolah dan pendidikan yang diterima, dan perubahan masyarakat.

Setiap anak datang ke sekolah dengan identitas etnik (suku bangsa), baik secara sadar ataupun tidak. Guru harus mengenali dan memahami identifikasi tersebut.

Hal ini harus menjadi dasar dalam kegiatan pembelajaran dalam kelas. Poinnya adalah untuk mengakui perbedaan, bukan mengacuhkan mereka. Sama pentingnya ketika siswa mengenali dan menghargai kesukubangsaan mereka dan belajar menghargai orang lain dalam kelas.

Pengenalan pada masing-masing identitas etnik merupakan poin awal, hal ini merupakan penghubung antara guru dengan siswa maupun siswa dengan siswa yang lain.

Identifikasi etnik sebagai poin lanjutan yang berfokus pada keseluruhan proses pendidikan merupakan dasar untuk mengembangkan level identifikasi selanjutnya yaitu identifikasi nasional.

Identifikasi nasional pada setiap individu membutuhkan pemahman dan komitmen pada cita-cita demokratis seperti martabat manusia, keadilan dan persamaan hak.

Disini fokusnya adalah menjadi anggota yang efektif dalam masyarakat demokratis. Identifikasi nasional yang kuat pada setiap individu merupakan hal yang pokok pada pengembangan identitas global.

Indonesia sebagai suatu negara yang berdiri di atas keanekaragaman kebudayaan meniscayakan pentingnya multikulturalisme dalam pembangunan bangsa. Dengan multikulturalisme ini maka prinsip “Bhinneka Tunggal Ika” akan menjadi terwujud. 

Implementasi Pendidikan Multikultural di Kelas

  1. Implementasi pendekatan kontribusi di kelas 

Pada peserta didik TK dan SD kelas bawah (kelas I, II, III) implementasi pendidikan multikultural dapat dilakukan dengan pendekatan kontribusi, antara lain dengan cara: 

  1. Mengenalkan beragam bentuk rumah dan baju adat dari etnis yang berbeda. 
  2. Mendengarkan pada peserta didik lagu-lagu daerah lain. 
  3. Mengenalkan tokoh-tokoh pejuang dari berbagai daerah dalam dan luar negeri. 
  4. Menunjukkan tempat-tempat dan cara ibadah yang berbeda. 

Dengan demikian peserta didik mulai mengerti bahwa ada cara yang berbeda tetapi maksud dan nilainya sama. Sehingga mereka dapat belajar untuk menerima perbedaan dengan proses rasa yang menyenangkan. Akhirnya peserta didik merasa berbeda itu bukanlah masalah tetapi anugerah. 

  1. Implementasi pendidikan aditif di kelas 

Peserta didik SD kelas atas (IV, V, VI) dan SMP sudah mulai mampu memahami makna, maka pendekatan aditif tepat untuk diberikan, seperti: 

  1. Melengkapi perpustakaan dengan buku-buku cerita rakyat dari berbagai daerah dan negara lain. 
  2. Meminta peserta didik memiliki teman korespondensi/ email/ facebook atau sahabat dengan peserta didik yang berbeda daerah, negara atau latar belakang lainnya. 
  3. Guru menceritakan pengetahuan dan pengalamannya tentang materi di daerah atau negara lain. Misalnya: guru IPA menjelaskan tentang macam-macam tanaman, hewan. Guru bahasa Indonesia menceritakan tentang penyair. Guru IPS menjelaskan tentang sejarah bangsa, dan lain-lain. 
  4. Dalam setiap materi pembelajaran guru seyogianya mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dan menerapkannya di kelas. (Red/ Tatag Candrayana mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa(UST) Yogyakarta, prodi PGSD )