Pendidikan vs Covid 19

Bogor Now Kampus Kita

Penulis : Umi Isdiyanti

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Covid-19 adalah sebuah virus yang pertama kali muncul di Wuhan Cina. Virus ini memiliki resiko kematian yang relatif rendah tetapi mudah menular dari orang satu ke orang lainnya.

Dilihat dari jumlah kemtian yang ditimbulkan virus ini dapat disimpulkan bahwa kelompok usia 46-59 tahun memiliki resiko kematian yang lebih tinggi. Oleh karena itu dengan cepatnya penularan virus ini, virus ini dengan cepat menyebar ke hampir semua negara, termasuk Indonesia.

Virus covid-19 menyerang sistem pernafasan dan menyebabkan infeksi paru-paru sehingga berujung kematian. Covid-19 biasanya menyerang lansia namun orang dewasa dan bayipun tidak luput terkena virus ini.

Hal tersebut mengakibatkan beberapa negaramenerapkan kebijakan dalam menangani virus covid-19 salah satunya yaitu lockdown,dimana semua orang melakukan kegiatan didalam rumah baik sekolah, bekerja, dan
beribadah.

Dilarang untuk kontak fisik langsung, selalu menjaga kebersihan dan diwajibkan untuk memakai masker. Kenapa kita harus memakai masker ? karena virus ini menular melalui percikan dahak dari saluran pernapasan, sehingga jika kita tidak memakai masker kita akan lebih mudah tertular
virus covid-19 ini.

Gejala awal dari virus ini adalah demam, pilek, dan batuk kering. Gejala
infeksi pada virus covid-19 menyerupai gejala yang terjadi saat kita mengalami sakit flu.

Namun virus ini juga menyerang manusia tanpa menggunakan gejala jadi kita harus lebih waspada dalam menangani virus ini. Agar kita mengetahui apakah kita positif atau negatif covid-19, kita harus rapid test atau PCR terlebih dahulu di rumah sakit.

Karena banyaknya dampak dan peraturan yang harus ditaati pada masa pandemi ini pendidikan di Indonesia juga mulai terganggu. Salah satunya dengan ditutupnya sekolah dan seluruh siswa diwajibkan untuk belajar dirumah.

Ini adalah salah satu tantangan bagi sekolah dan guru, karena guru
harus bekerja lebih ekstra dalam mengajar dan memantau siswa dari rumah. Pada masa pandemi ini kita harus berfikir bagaimana cara pendidikan tetap berjalan dan berlangsung walaupun memiliki banyak hambatan.

Disini guru berperan aktif dalam keberlangsungan kegiatan pembelajaran. Guru harus kreatif dan berinovasi agar peserta didik atau siswa dapat
paham akan materi yang diberikan oleh guru.

Dalam dunia pendidikan, covid-19 sangat berdampak dan merubah sistem yang sudah ada. Sekolah meliburkan semua siswanya guna mengurangi penyebaran virus covid-19. Sehingga ini menjadi tantangan baru dalam kemajuan pendidikan di Indonesia.

Pendidikan harus tetap berjalan, langkah yang diambil dalam masa pandemi ini adalah menyelenggarakan pendidikan memalui sistem online atau yang biasa disebut dengan pemebelajaran daring.

Disini guru dituntut untuk dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi dengan baik dan benar. Guru memberikan pelajaran dan materi pembelajaran melalui aplikasi – aplikasi edukasi yang ada di smartphone.

Oleh karena itu peserta didik atau siswa harus memiliki smartphone agar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Orangtua harus selalu mendampingi bagaimana anak belajar dirumah, apakah anak sudah paham dengan materi atau anak memiliki kendala baik
kendala dalam cara menggunakan smartphone,kendala dalam pemahaman materi, dan mengerjakan tugas.

Guru dan orangtua harus saling berhubungan agar anak dapat terawasi
dengan baik. Dalam kasus pendidikan vs covid – 19 ini diharapkan semua pihak yang terlibat ikut berperan aktif agar pendidikan tetap berjalan dan mencapai hasil yang maksimal.

Kapan pembelajaran jarak jauh ini akan berakhir ? Tentunya ini yang masih menjadi polemik di tengah masa pandemi ini, karena kita dihadapkan oleh anak-anak yang memiliki karakteristik yang berbeda.

Apakah anak-anak dapat menerapkan protokol kesehatan dengan
baik dan efektif, ini menjadi pertanyaan yang mendasar untuk pembukaan sekolah di masa pandemi ini.

Selain kesiapan anak, sekolah juga harus memiliki kesiapan yang matang danmenyediakan fasilitas yang mendukung pendidikan new normal. Karena kita dihadapkan oleh virus yang memiliki tingkat penularan yang begitu tinggi dan cepat.

Pemerintah sangat memperhatikan dan menomorsatukan kesehatan anak-anak, sehingga tidak terburu-buru untuk membuka sekolah.

Sektor pendididkan adalah sektor terakhir yang akan dibuka karena
memiliki resiko tinggi dalam penyebaran virus.

Pendidikan di masa pandemi ini juga menjadi dilema bagi orang tua. Banyak orangtua yang menyerah dan kuwalahan menghadapi anaknya sendiri dan materi-materi pembelajaran yang sangat berbeda pada maa orangtua sekolah dulu.

Terkadang anak malah sering dimarah- marahi karena tugas yang terlalu banyak sehingga membuat anak kurang nyaman dalam belajar.

Disisi lain anak juga mulai bosan melakukan pembelajaran jarak jauh ini, anak jenuh dengan kegiatan belajar yang itu-itu saja. Masyarakat sangat, menantikan kapan sekolah akan dibuka kembali, namun semua itu masih menjadi dilema pemerintah.

Virus covid-19 ini semakin hari bukan menunjukkan penurunan tetapi malah kebalikannya yaitu terus meningkat dari berbagai kelaster yang ada. Banyak sektor yang sudah dibuka menjadi salah satu penyebab virus covid-19 ini masih tinggi di Indonesia.

Pendidikan dan virus covid-19 adalah sebuah hal yang sangat bertentangan. Virus covid-19 sangat merugikan dan berdampak bagi pendidikan di Indonesia.

Jika virus ini tidak hilang mungkin pendidikan masih dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Oleh karena itu,mari kita berusaha untuk memutus mata rantai virus covid-19 ini dan mematuhi protokol kesehatan sehingga virus ini dapat hilang dari Indonesia dan menjalankanpendidikan seperti biasanya.