Penerapan karakter disiplin sejak di bangku sekolah dasar

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Waktu yang tepat mengajarkan hal-hal yang baik kepada anak adalah sejak usia dini, dimana seorang anak masih memiliki ruang penyimpanan yang luas untuk bekal kehidupannya.

Mendapat ilmu pengetahuan saja tidak cukup jika seorang anak tidak di tanamkan nilai-nilai karakter yang baik salah satunya yaitu kedisiplinan .

Dimana kedisiplinan sangat penting dalam kehidupan dan tidaklah mudah untuk melatih karakter tersebut pada seseorang. Kedisiplinan dapat menyatu dalam diri dengan cara menghilangkan rasa malas . 

Disiplin adalah cara seseorang dapat membagi waktu , menaati aturan baik yang dibuat sendiri atau aturan sosial dan dapat membatasi diri untuk melakukan hal-hal yang harus dan tidak harus dilakukan.

Seperti halnya disiplin tentang waktu , waktu sangatlah berharga dibandingkan dengan apapun karena waktu yang telah dilewati tidak dapat di ulang kembali .Berikut ini adalah contoh penerapan sikap  disiplin di sekolah dasar : 

1. Berseragam sesuai ketentuan sekolah

   Seragam merupakan salah satu identitas anak sekolah , dari cara berpakaian seseorang dapat dilihat sikap kedisiplinannya . Misalnya anak SD menggunakan seragam merah putih pada saat hari senin dengan berbagai kelengkapan seperti ikat pinggang,topi,dasi,ikat pinggang,kaos kaki, dan sepatu hitam. 

2. Berangkat sekolah tepat waktu 

Salah satu kewajiban siswa adalah mematuhi tata tertib yang berlaku di sekolah ,contohnya berangkat sekolah tepat waktu . Dampak ketika siswa datang terlambat adalah mendapat hukuman agar siswa tersebut tidak mengulanginya kembali.

3. Melaksanakan tugas piket

Dengan adanya piket kelas siswa akan memiliki rasa tanggung jawab, disiplin dan kepedulian terhadap lingkungan belajarnya. Siswa juga dapat belajar bekerja sama karena dalam piket kelas tidak dilakukan secara individu akan tetapi berkelompok. 

4. Membuang sampah pada tempatnya

  Sesuatu yang terlihat sepele jika dilakukan  membawa perubahan yang sangat baik akan tetapi ketika di abaikan akan membawa dampak negatif yang sangat terasa . Akan lebih baik lagi jika siswa diajarkan untuk memilah sampah antara sampah organik, anorganik dan B3.

(Red/Maya Nur Hidayatul Husna,NIM : 2018015006 : Mahasiswa Prodi PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )