PENERAPAN NORMA KESOPANAN DI SEKOLAH DASAR

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Di zaman yang sudah modern ini, tingkat kesopanan anak-anak semakin menurun. Banyak di antara mereka yang tidak sopan terhadap teman sebaya, guru, dan orang tua.

Hal ini tentu disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu penyebabnya adalah anak yang terlalu sering dimanja oleh orang tuanya, sehingga mudah melakukan pelanggaran terhadap tata tertib ataupun peraturan yang lainnya.

Secara tidak langsung, jati diri sopan santun anak bangsa kian luntur, bahkan hilang. Fenomena ini akan menjadi masalah besar jika orang tua tidak mengajarkan norma dan sopan santun kepada anak-anaknya sejak dini.

Secara umum, norma diartikan sebagai kaidah, pedoman, acuan, dan ketentuan berperilaku dan berinteraksi antarmanusia di dalam suatu kelompok masyarakat dalam menjalani kehidupan bersama-sama.

Bagi individu maupun kelompok masyarakat yang melanggar norma-norma yang berlaku di masyarakat, mereka akan dikenakan sanksi yang berlaku ataupun yang telah disepakati bersama.

Dengan kata lain, norma memiliki kekuatan dan sifatnya memaksa. Chairiyah, dkk (2019: 3) mengemukakan bahwa norma kesopanan merupakan peraturan hidup yang timbul dari pergaulan segolongan manusia yang dianggap sebagai tuntutan pergaulan sehari-hari sekelompok masyarakatnya.

Norma kesopanan tersebut berwujud dalam aturan sopan santun, etika pergaulan, dan tradisi (adat).

Seorang guru tidak hanya bertugas sebagai perencana, tetapi juga sebagai pelaksana. Hal ini tentu berkaitan dengan bagaimana cara guru dalam menanamkan karakter sopan santun di sekolah, khususnya di sekolah dasar.

Guru dapat memulai dari dirinya sendiri, yaitu dengan memberikan teladan yang baik bagi siswanya di sekolah. Hal tersebut senada dengan apa yang dikatakan oleh Usman (1999: 13) yang menjelaskan bahwa peran guru dipandang dari segi diri pribadinya adalah sebagai model teladan, artinya guru adalah model perilaku yang harus dicontoh oleh para siswanya.

Apabila guru sudah menunjukkan perilaku yang tidak sopan, siswapun akan berperilaku seperti itu. Hal ini dikarenakan siswa biasanya meniru apa yang dilakukan oleh gurunya. 

Jadi, berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa norma kesopanan perlu diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini. Penerapan norma kesopanan kemudian akan dilakukan di pendidikan sekolah dasar yang merupakan pusat belajar anak mulai usia 7-13 tahun.

Contoh penerapan norma kesopanan di sekolah yaitu mematuhi peraturan yang ada di sekolah, saling tolong menolong antar teman, memperhatikan guru saat pembelajaran berlangsung, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan sekolah, mengucapkan salam bila bertemu guru, menghormati guru dan orang yang lebih tua, menjaga nama baik guru dan sekolah, ikut menjaga fasilitas sekolah, melerai saat teman sedang berkelahi, dan sebagainya.

Penulis: Sumarni  dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasa

Daftar Pustaka:

Chairiyah, dkk. 2019. Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Dasar. Yogyakarta: UST Press.Usman. 1999. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.