PENERAPAN SEKOLAH BUDAYA DI SD NEGERI KERDONMIRI II GUNUNGKIDUL

Kampus Kita

KORANBOGOR,com,YOGYAKARTA-Fenoma budaya yang sudah mulai luntur di Indonesia dan bahkan diakui oleh negara tetangga bukanlah suatu berita yang tidak asing lagi. Namun berita tersebut tetap saja kurang menggerakkan hati seluruh warga Indonesia untuk membenahinya.

Masyarakat Indonsia marah karena budayanya diakui oleh negara tetangga padahal masyarakat Indonesia kurang mempelajari budayanya sendiri sedangkan negara tetangga mempelajarinya setiap waktu. Hal itulah yang membuat Indonesia yang memiliki keanekaragaman budaya kini hanya sebagai semboyan semata. 

Trend dari Barat merupakan penyebab utama masyarakat Indonesia lupa untuk mempelajari budayanya sendiri. Mereka menganggap apapun yang dipakai orang Barat merupakan  sesuatu yang harus ditiru agar bisa mengikuti perkembangan zaman. Kesibukan mereka untuk mengikuti budaya Barat itulah yang membuat mereka lupa untuk mengembangkan dan melestarikan budaya Nusantara.

Apabila orang yang sudah remaja menuju dewasa sibuk dengan budaya Barat dan tidak bisa lagi diajak untuk mempelajari budayanya sendiri maka anak-anak sejak dini harus diajak untuk mengenal budaya dan mempelajarinya agar kelak bisa menghidupkan semboyan “Keanekaragaman Indonesia” kembali.

Hal ini diwujudkan oleh SD Negeri Kerdonmiri II yang berlokasi di  Jl. Sadeng Km 11 Semugih, Rongkop, Gunungkidul, Yogyakarta.

Sekolah Dasar yang awalnya hanya mendidik siswa di bidang akademik dan nonakademik seperti olahraga, musik, dan Pramuka kini menambahkannya pembelajaran kebudayaan sejak tahun 2017 yang bersifat wajib untuk diikuti seluruh siswanya.

Kebudayaan yang diajarkan yaitu: Tari, Karawitan Sekar, Karawitan Gendhing, dan Karawitan Sekar Gendhing.

Semua siswa diajarkan samapai bisa dan diikutkan lomba serta diikutkan pula pada acara bersih dusun yang berada di sekitar SDN Kerdonmiri II. Hal itu dilakukan agar siswa memiliki rasa cinta budaya dan memiliki kewajiban untuk melestarikannya.

Kerja keras guru, pelatih, dan siswanya untuk melestarikan kebudayaan membuahkan hasil yang memuaskan. SD Negeri Kerdonmiri II mampu memenangkan lomba-lomba budaya.

Hal itu membuat siswa yang ikut menjadi senang dan membuat siswa lainnya menjadi tergerak hatinya untuk lebih semangat lagi belajar budaya agar bisa memperoleh juara dan membanggakan sekolah serta melestarikan budaya Indonesia.

Setiap ada acara bersih dusun di sekitar kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunungkidul selalu mengundang SD Negeri Kerdonmiri II untuk ikut berpartisipasi. Pada tahun 2018, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga D.I.Yogyakarta memberikan gelar Sekolah Budaya pada SD Negeri Kerdonmiri II. 

SD tersebut menjadi salah satu SD terfavorit di Kabupaten Gunungkidul. Pada tahun ajaran 2019, sekolah tersebut menerima banyak siswa yang tentunya siap untuk belajar dan melestarikan budaya Indonesia.

(Red/  Dian Puspita NIM 2018015081 Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )