Penerapan Tri N Pada Pembelajaran di Sekolah Dasar

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Tri N salah satu konsep ajaran Ki Hadjar Dewantara. Tri N adalah singkatan dari Niteni,Niroke,Nambahi yang berarti Niteni (melihat) yaitu siswa melihat atau mengamati suatu kegiatan yang dilakukan atau dicontohkan oleh guru,Niroke (menirukan) yaitu anak dapat menirukan atau mengulangi suatu kegiatan yang sudah dilakukan atau dicontohkan oleh guru,kemudian Nambahi (menambahkan) adalah siswa mampu untuk menambahkan atau menginovasi suatu kegiatan atau eksperimen yang sudah siswa liat.

Konsep ajaran Tri N dapat diterapkan guru pada beberapa mata pelajaran, seperti seni budaya atau muatan lokal dan ilmu pengetahuan alam atau ipa.

Pada mata pelajaran ipa, niteni (melihat) yaitu guru menjelaskan letak atau bagian-bagian tubuh manusia. maka murid akan niteni/melihat apa yang telah guru jelaskan kepada siswa.

Nirokke (menirukan) setelah siswa telah paham tentang apa yang telah ia amati, guru dapat membiarkan anak untuk mengikuti hal yang sudah diterang kan seperti halnya murid juga dapat melakukan pengamatan kembali tentang penelitian apa itu bagian-bagian tubuh serta fungsinya.

Lalu Nambahi (menambahkan) yaitu sisawa dapatt berinovasi, ketika siswa sudah dapat mengulang kembali apa yang telah guru jelaskan dan guru terangkan anak dibebaskan untuk berinovasi atas hasil penelitian atau eksperimennya. 

Jadi konsep ajaran Tri N sangat bermanfaat diterapkan pada pembelajaran anak sekolah dasar. Selain melatih kepekaan Tri N uga mampu mengasah kreatifitas siswa untuk berinovasi pada suatu kegiatan atau eksperimen.

 (Red/ Nisa Aprilla Khoirunnisa mahasiswa PGSD dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa di Yogyakarta )