Pengaruh Game Online Free Fire terhadap Anak SD

Kampus Kita

Purworejo, 10 November 2019 Jateng

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Beberapa siswa SD di Purworejo terutama anak laki-lali kecanduan Game Online Free Fire atau cenderung lebih dikenal FF.Salah seorang anak inisial MF kecanduan Game Free Fire tersebut. Hasil wawancara terhadap orang tuanya.

“Saya memberikan ia gadget hanya waktu libur saja, pada waktu hari sekolah biasa ia tidak saya berikan gadget, tetapi saat libur datang dan waktu dia sudah pegang gadget suka lupa waktu liburnya cuma dihabiskan buat pantengi gadget untuk bermain game sampai-sampai mata anak saya minus 3” tutur orang tuanya.

Memang game bisa memberi manfaat positif akan tetapi juga dapat memberi dampak negatif, manfaat positifnya yaitu game dapat melatih ketrampilan dan kreatif anak.

Sehingga dengan bermain game anak mempunyai suatu ketrampilan dalam memecahkan suatu masalah sehingga anak dapat lebih mandiri.

Akan tetapi jika game salah dipergunakan akan berdampak negatif, bermain game sama dengan olahraga,olahraga jika terus menerus tubuh tidak akan kuat sama halnya dengan bermain game terus menerus juga tubuh tidak akan kuat terutama pada tangan dan mata.

Jika anak sudah kecanduan akan timbul dampak- dampak negatif antara lain :

1. Lupa waktu sehari-harinya cuma buat game dan game.

2. Tidak memperhatikan orang sekitar karena keasyikan main game.

3. Tidak konsentrasi dalam belajar disekolah, karena terus memikirkan gamenya.

4. Gampang marah, terlebih jika kalah saat main game.

5. Mengantuk, karena sampai larut malam bermain game.

6. Boros, karena game online memerlukan kuota data.

7. Kehilangan daya penglihatan, karena terlalu sering mantengin gadget apalagi dengan pengcahayaan yang teramat terang, matapun tidak akan kuat maka akan ada gangguan penglihatan seperti minus bahkan bisa mengalami kebutaan.

Untung mengatasi dampak-dampak negatif tersebut peran orang tua sangatlah penting, orang tua harus bisa tegas dalam menghadapi anak yang sudah kecanduan game online, misalnya tidak memberikan gadget pada anaknya sampai ia beranjak umur 15 tahun. Mengapa demikian? Hal ini bertujuan agar anak terhindar dari dampak-dampak negatif yang sangat berbahaya tersebut dan lebih memikirkan pendidikan supaya mendapat prestasi dalam pendidikan yang baik serta memuaskan. Masa depan anakpun akan lebih terjamin.

Tidak hanya orang tua saja, guru atau pendidik juga bisa ikut serta dalam masalah ini. Terlebih pada guru SD dimana siswa-siswanya gampang terpengaruh game online zaman sekarang.

Pendidik bisa memantau siapa saja siswa yang cenderung dikelas tidak fokus dan saat istirahat malah digunakan pegang gadget untuk bermain game. Pendidik dapat menindaki tegas akan tetapi dengan cara yang halus supaya peserta didik tidak tertekan.

Pendidik bisa mengambil tindakan yaitu semua siswa yang membawa gadget saat bel berbunyi tanda masuk semua gadget dikumpulkan pada suatu tempat atau wadah tanpa terkecuali, dan dapat diambil setelah bel pulang sekolah. Hal ini bertujuan agar peserta didik fokus dalam pembelajaran.

(Red/Penulis:Arnata Harry PramudyaNim : 2018015357Kelas : 3IProdi : PGSDStatus : Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa )