Pengaruh Game Online Untuk Pendidikan Anak SD

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pada masa sekarang ini banyak aneka game online yang masuk ke Pasar  Indonesia.

Hal tersebut menyebabkan banyak sekali orang memainkan game online, bahkan tidak memandang usia mulai dari anak SD sampai dewasa memainkannya. Ada berbagai macam Game Online yang dimainkan oleh anak. 

Game online sangat berkembang pesat akhir-akhir ini, semakin lama, permainannya semakin menyenangkan. Terkadang seseorang yang bermain game online akan lupa waktu saat bermain.

Seharusnya waktu yang disia-siakan tersebut dapat digunakan dalam hal-hal bermafaat

Karena anak SD juga marak memainkannya game online sangat berpengaruh besar terhadap pendidikan anak Sekolah Dasar karena pada saat anak sudah bermain game atau kecanduan game, maka anak akan menjadi malas belajar bahkan anak selalu ingin bermain game.

Khusus nya anak anak akan terpengaruh untuk membeli apapun yang berkaitan dengan game. Maka hal ini menyebabkan menurunnya tingkat belajar siswa dan semangat untuk belajar.

Dampak buruk dari Game Online ini dapat memicu perkelahian antar pemain, apalagi anak SD yang notabennya emosinya masih labil.

Di tingkat Sekolah Dasar game online ini menjadi momok bagi guru karena menjadikan murid menjadi selalu terfokus pada Handphone, dan tak jarang juga menjadikan mereka lupa akan PR yang di berikan oleh guru.

Nilai mereka menjadi turun sangat drastis karena tidak ada semangat untuk belajar, anak Sekolah Dasar yang pada dasarnya masih meniru apa yang dilakukan oleh orang dewasa merka ingin tau dan akan menirukannya.

Jadi Guru pun mengajarkan pentingnya belajar bagi siswa, strategi guru pun harus di buat menarik dengan mengenalkan mainan mainan tradisional dan mengajarkan dampak buruk selalu bermain game online bagi siswa, terkait dengan masa depan siswa guru memberi sosialisasi agar anak sadar bahwa sealu bermain game dapat menyebabkan nilai dan prestasi siswa menurun.

(Red/Oleh : Ekha Puji Lestari, NIM 2018015197 dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP), Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD