Pengembangan Potensi Pendidikan Seni Di Masa Pandemi

Bogor Now Kampus Kita

Oleh : Ika Rahmawati Saputri Mahasiswi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Sudah hampir sepuluh bulan pandemi covid-19 merajalela diseluruh dunia. Semua aktivitas tidak berjalan seperti biasanya.

Orang-orang melakukan aktivitas seperti bekerja, menempuh pendidikan, jalan-jalan dan aktivitas lainnya hanya dapat dilakukan dari rumah karena untuk mencegah penyebaran virus corona yang semakin meluas.

Banyaknya korban yang terjangkit virus corona membuat para pelajar hanya menempuh pembelajaran online dari rumah dengan
menggunakan handphone, laptop, komputer, tablet, dll.

Menempuh pendidikan dari rumah dilakukan semua tingkatan jenjang pendidikan mulai dari tingkat PAUD,TK, SD, SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi.

Sehingga tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka yang dilakukan seperti biasanya dikelas selama pandemi ini, semua kegiatan hanya dilakukan dari rumah.

Pendidikan merupakan suatu proses yang terjadi dalam diri individu dalam mengembangkan berbagai macam potensi yang dimiliki karena setiap individu memiliki potensi yang berbeda-beda yang satu dengan yang lainnya.

Adanya perbedaan potensi yang ada pada diri anak maka harus dipahami oleh guru dan orang tua dalam proses mengembangkan potensi anak.

Pendidikan seni merupakan upaya untuk membentuk sikap dan kepribadian anak yang memilki fungsi jiwa seperti kreativitas, fantasi dan ekspresi.

Adanya pendidikan seni dapat menjadikan kreatifitas anak menjadi baik, seorang anak dapat berfantasi terhadap hasil karyanya, dan dapat mengekspresikan hasil karya seni.

Tujuan dari pendidikan seni sebagai sarana dalam mengembangkan potensi yang dimiliki anak dan dapat memberikan kepekaan estestik seperti motorik halus pada anak akan berkembang dan terlatihnya koordinasi tangandan mata pada anak.

Sekarang ini anak menempuh pendidikan dari rumah atau pembelajaran online dikarenakan situasi yang kurang mendukung untuk melaksanakan pembelajaran dikelas.

Untuk itu,para guru,orang tua siswa, dan siswa menghadapi perubahan yang sangat drastis.

Orang tua sebagai pengganti guru yang mendampingi anak belajar dari rumah untuk tetap mengembangkan potensi yang dimiliki anak di masa pademi ini.

Peran orang tua sangat penting dalam mengembangkan potensi siswa.

Siswa perlu dukungan orang tua dalam mengembangkan potensinya supaya anak berkembang dan mendapatkan prestasi yang membanggakan walaupun hanya melaksanakan pembelajaran dari rumah.

Peran orang tua ketika anak berada dirumah sebagai observasi/pengamat anak dan membantu anak dalam menemukan potensi yang dimiliki dalam berbagai aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, orang tua juga memberikan peluang pada anak untuk
menemukan potensi yang ada pada dirinya dan memberikan dukungan serta apresiasi terhadap usaha anak dalam mengembangkan potensinya.

Di masa pandemi ini orangtua merasa kesulitan dalam mengembangkan potensi anak karena ruang gerak anak dalam beraktivitas menjadi terbatas.

Sehingga anak kurang sepenuhnya tercapai dalam mengembangkan potensinya.

Untuk itu, orang tua perlu menciptakan sebuah kegiatan yang menarik dan kreatif pada anak.

Supaya potensi seni pada anak berkembang maka orang tua perlu mengajarkan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan di rumah seperti
mengajak anak belajar melalui kegiatan seni rupa yaitu anak disuruh untuk mengamati lingkungan sekitar setelah itu anak disuruh untuk menggambar atau melukis dari apa yang telah dilihat oleh anak, mengajak anak belajar sambil bernyanyi, memperlihatkan anak akan gerak tarian untuk itu anak disuruh untuk menirukannya.

Pemberian pendidikan seni dirumah dapat memberikan makna positif pada anak karena seni sebagai media untuk mengungkapkan perasaan, ide , gagasan dan pikiran anak.

Seni sebagai media untuk bermain imajinasi dalam menciptakan suatu hasil karya.Dengan adanya pendidikan seni yang diterapkan dirumah anak tidak akan merasa bosan dalam melakukan pembelajaran dari rumah dan seni juga sebagai sarana mengembangkan potensi yang dimiliki anak supaya berkembang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.