PENINGKATAN BUDAYA MEMBACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR

Kampus Kita

YOGYAKARTA-Dalam kurikulum 2013, penekanan membudayakan literasi telah menjadi sendi dari penerapan proses pembelajaran yang tertulis jelas pada perangkat pembelajaran (RPP).

Selain itu budaya membaca juga selalu dilakukan oleh guru disekolah ketika hendak memulai kegiatan belajar. Dari kebiasaan tersebut tertuang dalam Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015.

Penerapan pembiasaan budaya membaca diera kemajuan teknologi yang sangat pesat ini menjadi tantangan yang sangat besar bagi seorang guru. 

Hal ini dikarenakan anak lebih menyukai gadget (gawai), menurut mereka membaca itu merupakan kegiatan yang sangat membosankan.

Ini juga karena pola asuh dari keluarganya mereka diberikan kebebasan dalam memakai gawai tesebut tanpa memikirkan efek terhadap diri anak mereka.

Si anak akan kecanduan memakai gadget dari usia dini sehingga sehari tanpa gadget bagaikan satu tahun lamanya.

Akibatnya si anak menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar dan mereka juga akan kesulitan untuk berinteraksi dengan teman-teman sebayanya.

Hal ini menjadi peran guru sebagai pihak yang seharusnya mampu mengontrol kecanduan anak didiknya terhadap gadget.

Jika kita bertanya kepada anak usia SD mana yang mereka pilih antara buku bacaan atau gadget, maka mereka pasti akan memilih gadget karena itulah kesukaan dari mereka yang bisa membahagiakan diri mereka.

Dengan gadget ini mereka bisa menghabiskan waktu berjam-jam sehingga lupa untuk belajar, anak juga akan sering tidak masuk sekolah karena menurut mereka disekolah mereka merasa tidak ada yang menarik mereka juga enggan berteman dengan teman yang lain karena tidak tahu bagaimana berinteraksi dengan sebayanya. 

Meski pemerintah juga telah mensiasati dengan memanfaatkan gadget tersebut sebagai media edukasi, akan tetapi anak lebih cenderung untuk memilih permainan yang jauh lebih seru dan mengasyikkan bagi mereka.

Minimnya minat baca pada anak SD, menjadikan mereka  tidak bisa memliki imajinasi tentang harapan dan cita-cita mereka yang seharusnya mereka mendapatkan ilmu pengetahuan dari membaca buku.

Ditambah lagi anak yang lebih suku melihat acara televise, bermain game di gadget serta yang lainnya yang bisa menurunkan minat baca si anak dan juga belajar. 

Buku merupakan jendela dunia yang sudah nyata memberikan banyak manfaatnya bagi pembaca.

Jika tubuh kita saja harus mengkonsumsi makan makanan yang sehat begitu juga dengan otak,otak juga perlu mengkonsumsi agar tetap kuat dan sehat seperti organ tubuh lainnya.

Dengan membaca beberapa menit,dapat membantu menekan perkembangan hormon stress seperti hormon  kortisol.

Bagi anak usia SD dengan jumlah sel otak yang masih bagus dan dapat dengan mudah menyerap informasi yang di dapatnya.

Mereka akan senangtiasa ingat apa yang diajarkan oleh gurunya disekolah karena kemampuan otak anak usia SD masih bisa menangkap dengan cepat.Membaca juga bisa menambah wawasan dan pengetahuan. 

(Red/ Made Ayu ,Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP )