PENTINGNYA PENERAPAN BUDAYA DAN HUBUNGAN ANTAR MASYARAKAT PADA PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Kini jaman mulai bergeser dengan perubahan teknologi yang semakin canggih, mitos yang dipercayai masyarakat pun kian tak lagi  bermunculan menjadi momok yang dapat menakut-nakuti anak-anak yang tidak berhenti bermain sebelum adzan maghrib berkumandang.

Teknologi kini mengubah segalanya, termasuk budaya yang kita miliki sebagai warga Negara Indonesia hingga hubungan antar masyarakat pun tak lagi seharmonis dulu. 

Teknologi gawai mengubah semuanya dengan cepat, budaya kita yang saling menyapa satu sama lain kini hanya dapat dinikmati melalui sosial media hingga adat istiadat antar suku kini kian tak lagi menjadi sebuah kegemeran diantara para anak-anak untuk dijadikan cita-cita dimasa depan. Dengan itu, sebagai pendidik wajib memperbaiki berbagai belokkan yang tercipta termasuk dalam budaya dan hubungan antar masyarakat.

Saat ini anak-anak sangat akrab terhadap teknologi termasuk anak-anak usia 6-12 tahun dimana mereka sedang duduk disekolah dasar. Semakin dirasakan budaya anak-anak yang dulu sering bermain bersama setiap sore hari kini kian bergeser dengan teknologi yang dapat mereka akses kapan saja dan dimana saja sesuai dengan yang mereka mau. Pentingnya bagi orangtua atau siapapun itu untuk saling mengingat bahwa gawai bukanlah hal terpenting untuk kehidupan anak-anak  sekolah dasar pada saat ini. 

Penerapan budaya –gotong-royong, saling tolong-menolong, saling menyapa saat bertemu, mencium tangan orang yang lebih tua, dan menjaga perkataan- wajib kita ajarkan kembali terhadap anak-anak sekolah dasar mulai dari kelas satu hingga kelas enam. Dengan diwajibkannya anak-anak datang tepat waktu dengan diisi waktu mereka untuk membersihkan kelas, membantu teman atau guru dalam menyebrang jalan atau disebut polisi cilik, membantu teman yang sedang sakit saat upacara dengan menjadi bagian dari PMR, hingga menjadikan pramuka adalah kegiatan wajib untuk seluruh warga sekolah sebagai kegiatan bekerja sama antar anak-anak dengan guru hingga anak-anak dengan masyarakat sekitar.

Hubungan antar masyarakat sangatlah penting untuk diterapkan dalam pendidikan anak-anak  sekolah dasar, dengan begitu anak-anak akan mengerti sopan dan santun, perbedaan umur yang ada dikalangan masyarakat, dan tidak saling membedakan berapa banyak harta yang kini atau nanti yang sedang dimiliki, serta perbedaan pemakaian bahasa antara teman dan orang yang lebih tua akan membuat mereka memiliki nilai moral dan kepribadian yang dapat menjamin kehidupan masa depan mereka diantara masyarakat pula.

Dengan menerapkan pendidikan dilingkungan sekitar, menggunakan fasilitas umum yang juga masyarakat gunakan, menjadikan masyarakat obyek dalam kegiatan belajar diluar kelas, menggunakan ruang umum –pasar, terminal, stasiun- sebagai ruang belajar mereka selain kelas yang ada didalam sekolah.

Perubahan teknologi kian merenggut semuanya dari kita, jangan sampai generasi dikemudian hari menjadi momok yang menakutkan menggantikan mitos orang jaman dulu, hingga kita sebagai calon atau sudah menjadi orangtua tak lagi menjadi orang yang harus dihormati mereka sampai tua nanti.

Perbaiki diri untuk generasi yang selalu aku, kamu, kami, kita semua cintai demi negeri ini.

(Red/Tanti Rahmawati Nim : 2018015339  Alamat : Mendungan UH 7/579C Giwangan, YogyakartaUniversitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta  )