Pentingnya Tri Pusat Pendidikan Untuk Anak Usia Dini

Kampus Kita

KORANBOGOR.com.YOGYAKARTA-Tri pusat pendidikan adalah salah satu ajaran Tamansiswa yang dicetuskan oleh bapak pendidikan Indonesia yaitu Ki Hadjar Dewantara. Adapun maksud dari tri pusat pendidikan ialah tiga elemen dalam pendidikan yang mencakup lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga elemen tersebut sangat berkesinambungan dalam pembentukan sikap atau karakter anak.

Lingkungan keluarga adalah elemen pertama yang sangat berperan penting dalam pembentukan sikap atau karakter anak, karena lingkungan keluarga adalah lingkungan yang paling berpengaruh dalam masa tumbuh kembangnya anak. Oleh karena itu sebisa mungkin keluarga harus menjadi tauladan yang baik untuk anak, karena anak yang masih usia dini sikap dan karakternya masih berubah-ubah dan masih bisa diubah

Lingkungan sekolah merupakan elemen kedua yang dapat mempengaruhi sikap serta karakter anak, karena sekolah merupakan tempat untuk anak menimba ilmu dan pengetahuan. Di sekolah anak tidak hanya diajarkan pelajaran akademik dan non akademik saja, tetapi juga ditanamkan dan diajarkan nilai moral dan karakter. Contohnya seperti membiasakan siswa untuk menghormati orang yang lebih tua, menerapkan 5S(senyum, sapa, salam, sopan dan santun),dll. Untuk itu guru disekolah khususnya sekolah dasar sangat berperan penting untuk menanamkan sikap dan karakter anak sejak dini.

Lingkungan masyarakat ialah elemen ketiga dalam tri pusat pendidikan, lingkungan masyarakat turut mempengaruhi dalam pembentukan sikap dan karakter anak usia dini. Karena jika anak berada pada lingkungan yang kurang baik, maka anak akan sangat mudah terpengaruh dalam lingkungan kurang baik tersebut.

Jadi sebaiknya orang tua harus memperhatikan pergaulan anak dari sejak dini, sebab sikap dan karakter anak yang sudah tertanam dari usia dini akan sangat sulit untuk dirubah sampai ia beranjak dewasa.

Jadi, penanaman karakter pada anak usia dini sangat penting untuk dilakukan. Dengan penerapan ketiga elemen tri pusat pendidikan tersebut, karena anak pada usia dini seperti kertas putih yang belum ada noda. Untuk itu, penanaman sikap dan karakter tersebut sangat efisien diterapkan di sekolah dasar.

(Red/Yurista Prestika,Nim : 2018015029 Asal : BelitungStatus : Mahasiswi PGSD di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )