Peran Guru terhadap Pendidikan Karakter Siswa

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada keluarga dan sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia dan lingkungan sekitar.

Pendidikan karakter yang utuh dan menyeluruh tidak sekedar membentuk anak-anak muda menjadi pribadi yang cerdas dan baik, melainkan juga membentuk mereka menjadi pelaku yang baik bagi perubahan dalam kehidupannya sendiri, yang pada gilirannya akan menyumbangkan perubahan dalam tatanan sosial kemasyarakatan menjadi adil, baik, dan manusiawi.

Sementara itu Guru merupakan suatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai Guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. Untuk seorang Guru perlu mengetahui dan dapat menerapkan beberapa prinsip mengajar agar dapat melaksanakan tugasnya secara profesional.

Diantaranya, (1) Guru harus dapat membangkitkan perhatian peserta didik pada materi pelajaran yang diberikan serta dapat menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang bervariasi.

(2) Guru harus dapat membangkitkan minat peserta didik untuk aktif dalam berfikir serta mencari dan menemukan sendiri pengetahuan.

(3) Guru harus mengembangkan sikap peserta didik dalam membina hubungan sosial, baik dalam kelas maupun luar kelas.

(4) Guru harus menyelidiki dan mendalami perbedaan peserta secara individual agar dapat melayani peserta didik sesuai dengan perbedaannya tersebut.

Terdapat beberapa peran Guru dalam pembelajaran yang dikemukakan oleh Moon (dalam Hamzah, 2007, hlm. 22 ), yaitu sebagai berikut. 

  1. Guru sebagai Perancang Pembelajaran (Designer Of Instruction)

Di sini Guru sesuai dengan program yang diajukan oleh pihak Departemen Pendidikan Nasional dituntut untuk berperan aktiif dalam merencanakan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) dengan memerhatikan berbagai komponen dalam sistem pembelajaran. Jadi, Guru dengan waktu yang sedikit atau terbatas tersebut, Guru dapat merancang dan mempersiapkan semua komponen agar berjalan dengan efektif dan efisien. Untuk itu Guru harus memiliki pengetahuan yang cukup memadai tentang prinsip-prinsip belajar, sebagai landasan dari perencanaan. 

  1. Guru sebagai Pengelola Pembelajaran (Manager Of Instruction)

Tujuan umum pengelolaan kelas adalah menyediakan dan menggunakan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar mengajar.

Sedangkan tujuan khususnya adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa bekerja dan belajar, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapakan. Selain itu Guru juga berperan dalam membimbing pengalaman sehari-hari ke arah pengenalan tingkah laku dan kepribadiannya sendiri. 

  1. Guru sebagai pengarah pembelajaran 

Disini hendaknya Guru senantiasa berusaha menimbulkan, memelihara, dan meningkatkan motivasi peserta didik untuk belajar. Dalam hubungan ini, Guru mempunyai fungsi sebagai motivator dalam keseluruhan kegiatan belajar mengajar. Pendekatan yang dipergunakan oleh Guru dalam hal ini adalah pendekatan pribadi, dimana Guru dapat mengenal dan memahami siswa secara lebih mendalam hingga dapat membantu dalam keseluruhan PBM, atau dengan kata lain, Guru berfungsi sebgai pembimbing. 

4.Guru sebagai Evaluator (Evaluator Of Student Learning)

Tujuan utama penilaian adalah untuk melihat tingkat keberhasilan, efektivitas, dan efisiensi dalam proses pembelajaran. Selain itu, untuk mengetahui kedudukan peserta dalam kelas atau kelompoknya. Dalam fungsinya sebagai penilai hasil belajar peserta didik, Guru hendaknya secara terus menerus mengikuti hasil belajar yang telah dicapai peserta didik dari waktu ke waktu untuk memperoleh hasil yang optimal. 

5.Guru sebagai Konselor 

Sesuai dengan peran guru sebagai konselor adalah guru diharapkan akan dapat merespon segala masalah tingkah laku yang terjadi dalam proses pembelajaran.

Serta pada akhirnya, Guru akan memerlukan pengertian tentang dirinya sendiri, baik itu motivasi, harapan,prasangka, ataupun keinginannya. Semua hal itu memberikan pengaruh pada kemampuan Guru dalam berhubungan dengan orang lain, terutama siswa.

(Red/ Ririn Khoyriah dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. )