Perkembangan Emosional Pada Anak Sekolah Dasar

Kampus Kita

KORANBOGOR.com.YOGYAKARTA-Kecerdasan emosional adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menilai, mengelolah, dan mengontrol emosi dirinya. Emosi lebih mengacu pada perasaan terhadap informasi akan suatu hubungan.

Sementara kecerdasan lebih mengacu kepada kepastian untuk memberikan alasan yang benar terkait suatu hubungan. Kecerdasan emosi dua kali lebih penting dari pada kecerdasan intelektual dalam memberikan kontribusi terhadap kesuksesan.

Kecerdasan emosi menurut salovey dan mayer mengatakan bahwa “ himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatakan kemampuan terhadap orang lain dalam memilah-milah semuanya, dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan”.

Kecerdasan emosi yang dimiliki anak sekolah lebih cenderung tidak dapat diprediksi karena sewaktu-waktu sikap anak akan berubah-ubah.

Dalam tahap perkembangan emosi anak juga di pengaruhi oleh faktor yang terkait dengan lingkunganya. Anak usia 7-8 tahun, semakin beranjak usia anak, membuat emosi anak akan semakin matang dan tentunya mulai pandai dalam mengendalikan diri.

Fokus mereka mulai pada hal-hal yang bersifat eksternal, anak juga mulai memahami apa yang mereka iginkan, terkait dengan cita-cita mereka.

Pada tahap ini, anak mulai mengenal rasa malu dan bangga terhapap apa yang mereka lakukan.Bertambahnya usia mereka akan menyadari perasaan diri mereka dan orang lain yang berada di sekitar mereka.

Anak usia 8-12 tahun tahap ini perekembangan emosi anak banyak berada dilingkungan sekolah. Anak-anak belajar bagaimana cara beradaptasi dengan teman sebaya, lingkungan sekolah, tenaga didik baru, termasuk juga suasana kelas baru.

Dan mulai mengembangkan keterampilan sosial. Seperti bagai mana mematuhi aturan-aturan yang berkaitan dengan pergaulan, belajar mengenai bermain dengan aturan dan tahapan tertentu.

Belajar mengenai mata pelajaran disekolah, serta mampu mempersiapkan diri untuk memahami materi pada mata pelajaran tersebut.

Peran guru mendampingi anak dalam melewati masa perkembangannya terutama pada perkembangan tingkat emosional  adalah memberikan berbagai stimulasi, yakni dengan mengajak anak terlibat dalam permainan kelompok kecil, mengajak menceritakan pengalaman di didepan teman-temannya, dan mengajak untuk saling berbagi makanan dalam bentuk kepedulian terhadap sesama.

Menciptakan lingkungan yang kondusif, guru sebagai tenaga didik harus memberikan lingkungan belajar yang nyaman kepda siswanya agar menjadi tempat yang dapat mengembangkan kemampuan sosial emosi anak.

Guru dapat memberikan pujian atas usaha yang dilakukan anak, baik pujian berupa lisan maupun disertakan dengan hadiah sebagai bentuk penghargaan terhadap usaha yang telah dilakukan siswa. Perkembangan emosi setiap anak berbeda-beda.

Jika dalam tahap perkembangan emosi, anak menunjukan kestabilan dalam mengendalikan emosinya,maka anak akan mempunyai kepecayaan diri yang tinggi. Anak akan lebih muda dalam menyesuaikan diri dilingkungan manapun,anak yang pandai dalam mengendalikan emosinya akan lebih mudah dalam bergaul.

Bimbingan dari guru dapat membatu dalam tahap perkembangan emosi anak, karena anak akan lebih terarah dalam melewati masa perkembanagn emosionalnya.

(Red/ Jamilatul RohmaNIM : 2018015014.Status : Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )