Pertanian Organik demi Kesehatan yang Lebih Baik dan Pertanian Berkelanjutan

0
63

KORANBOGOR.com,BOGOR-Pangan adalah salah satu unsur utama agar manusia dapat bertahan hidup, dan pengan dihasilkan melalui proses pertanian. Pertanian Indonesia merupakan sektor terbesar yang mencakup 31,86% dari total penduduk Indonesia (BPS, 2017).

Tetapi, angka tersebut masih belum cukup untuk memunuhi kebutuhan pangan nasional. Pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin banyak menjadi faktor utama meningkatnya permintaan akan kebutuhan pangan nasional. Perkembangan masyarakat Indonesia yang semakin modern juga menuntut kualitas pangan yang lebih tinggi dari segi kesehatan.

Peningkatan permintaan pertanian dapat menjadi tantangan bagi para petani. Saat ini, para petani tidak bisa bergantung kepada praktik pertanian konvensional seperti biasa, karena penggunaan zat-zat kimia dalam pupuk dan pembasmi organisme pengganggu tanaman dianggap kurang sehat.

Selain itu, zat kimia tersebut akan meninggalkan residu pada tanah dan memberikan dampak negatif jangka panjang yang dapat mengurangi hasik produksi pertanian.

Solusi untuk mengatasi hal tersebut ada dua, yaitu penggunaan teknologi terbarukan untuk memperbanyak hasil produksi atau pembukaan lahan baru.

Penggunaan teknologi terbarukan membutuhkan pembiayaan yang besar dan sangat memberatkan petani.

Sedangkan pembukaan lahan baru akan merusak alam dan mengurangi luas hutan, dimana hal ini sangat dilarang karena akan memberikan dampak negatif lebih yang besar.

Salah satu teknik pertanian yang dapat menjawab permasalahan di atas adalah pertanian organik.

Definisi pertanian organik sesuai SNI adalah sistem manajemen produksi holistik yang meningkatkan dan mengembangkan kesehatan agro-ekosistem, termasuk keragaman hayati, siklus biologi, dan aktivitas biologi tanah.

Berdasarkan definisi tersebut, pertanian organik sangat menjunjung tinggi kesehatan dan pertanian yang keberlanjutan.

Seorang petani asal Majalengka telah merintis pertanian organik yang sesuai dengan standar kesehatan dan pertanian berkelanjutan.

Beliau adalah Bapak Agus Ali Nurdin, founder dari Okiagaru Farm, sebuah sociopreneur yang telah dirintis dari tahun 2004 di Cianjur, Jawa Barat.

Pak Agus atau biasa disebut Mr. Guslee dipilih oleh Kementerian Pertanian RI pada tahun 2008 untuk mengikuti program magang petani muda ASEAN di Jepang. Agricultural Exchange Council (JAEC) yang bertujuan meningkatkan kualitas SDM petani muda ASEAN dalam mengelola usaha pertanian yang berorientasi agribisnis.

Setelah kembali dari Jepang di tahun 2009, dia memfokuskan Okiagaru Farm untuk menjadi organisasi pertanian organik terintegrasi.

Saat ini, Okiagaru Farm memiliki beberapa organisasi pendukung seperti Kelompok Wanita Tani Indonesia (KWT Miori Farm) yang fokus untuk mengembangkan para petani wanita, Kelompok Pemuda Tani Indonesia (Poktan Okiagaru Farm) yang fokus dalam hubungan mitra petani dan produksi, serta Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Okiagaru-Ikamaja (Ikatan Mahasiswa Magang Jepang) yang fokus di bidang pelatihan pertanian dan pemasaran,

Aktivitas utama Okiagaru Farm berada di P4S Okiagaru Farm yang menangani proses pelatihan dan pemasaran produk pertanian. Pelatihan pertanian Okiagaru Farm diberikan kepada para mitra petani dan peserta magang dari berbagai Indonesia.

Pelatihan yang diberikan bersifat integrative, mulai dari penanaman, perawatan, pemanenan, hingga pengolahan. Mayoritas peserta magang di Okiagaru Farm adalah siswa-siswa SMK Pertanian dan mahasiswa Institut Pertanian Bogor. Pada umunya, proses pelatihan dan magang dilaksanakan selama 2-3 bulan, untuk mendapatkan ilmu dan praktik pertanian yang maksimal.

Salah satu peserta magang di Okiagaru Farm adalah Jowala, mahasiswa S1 Manajemen IPB yang sedang menempuh semester 7.

Ia mengungkapkan bahwa tujuannya mengikuti kegiatan magang di Okiagaru Farm adalah keinginannya untuk memulai sebuah bisnis olahan bahan organik.

Hal tersebut sesuai dengan proses pertanian, produksi, dan manajerial Okiagaru Farm yang bergerak di bidang pertanian organik.

Bukan hanya bisnis yang dikejar, melainkan manfaat sosial yang terpenting dalam aktivitas bisnis di Okiagaru Farm. Hal ini tidak lain untuk menciptakan generasi muda penerus bangsa yang cinta dan mau mengembangkan sektor pertanian. Sehingga, di masa mendatang pertanian Indonesia dapat kembali sejahtera.

(Red/AN)

Nama Lengkap : Axel Nathaniel J S

Status : Mahasiswa aktif (IPB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here