Seminar Perencanaan Karir UAD: Siapkan Lulusan Berkualitas dan Berdaya Saing

Kampus Kita

KORaNBOGOR.com,YOGYAKARTA– Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Career Development Center (CDC) dan Alumni, Biro Kemahasiswaan dan Alumni (Bimawa) menyelenggarakan seminar

Perencanaan Karir” dengan pembicara Direktur Kemahasiswaan Belmawa Kemenristekdikti Dr. Didin Wahidin dan Wahyu Kurniawan, ST, MT (alumni Teknik Informatika UAD 2001) selaku owner Aman Sejahtera Computer (ASC).

Seminar ini diadakan sebagai program untuk membantu mahasiswa dalam mengembangkan, merencanakan karir, dan mendapatkan gambaran langsung mengenai permasalahan dunia kerja.

“Sehingga bisa lebih menyiapkan diri memasuki dunia kerja,” kata Hendy Ristiono, MPH, Apt, Kepala Bidang Career Development Center (CDC) dan Alumni Bimawa UAD.

Pada kesempatan itu, Hendy Ristiono, MPH, Apt menjelaskan, kegiatan ini guna membekali mahasiswa maupun alumni dalam menyiapkan perencanaan yang matang serta strategi untuk merencanakan karir dan memasuki dunia kerja.

Bagi Hendy Ristiono, MPH, Apt, perencanaan karir yang tepat perlu dipersiapkan untuk menggapai masa depan dan impian yang cerah.

“Melalui seminar ini, kami berharap nantinya para alumni UAD Yogyakarta mendapat pandangan maupun strategi, tips dan trik dalam merencanakan karir serta menghadapi dunia kerja,” kata Hendy Ristiono, MPH, Apt ketika membuka seminar di Kampus Utama UAD, Jalan Lingkar Selatan, Tamanan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (24/7/2019).

“Sebab, karir perlu direncanakan sedini dan secermat mungkin.”
Sementara itu, Didin Wahidin, Direktur Kemahasiswaan Belmawa mengungkapkan, Indonesia harus meningkatkan daya saing bangsa.

“Utamanya di kancah internasional,” terang Didin Wahidin, yang menambahkan Indonesia harus kompetitif di segala bidang.
Untuk bisa memiliki daya saing yang kompetitif, indeks inovasi menjadi penentu utama.

“Indeks inovasi juga harus ditopang dengan pengelolaan sumber daya manusia dan sumber daya alam yang baik,” ungkap Didin Wahidin.
Menurut Didin Wahidin, inovasi hanya bisa ditingkatkan dengan kreativitas.

Sementara di Indonesia, 70 persen kreativitas ditentukan di dunia pendidikan. Untuk itu, iklim kreativitas harus dibentuk di dunia pendidikan.

Dan, iklim kreativitas yang kondusif diperlukan untuk meningkatkan inovasi yang bermuara pada daya saing global Indonesia,” kata Didin Wahidin.

Di sisi lain, Wahyu Kurniawan (Owner ASC) menjelaskan, harus ada keseimbangan antara bisnis, karir, dan spiritual. “Ketiganya harus beriringan. Selain itu, bekerja dan berbisnis itu harus berdasarkan passion,” urai Wahyu Kurniawan.

Bagi Wahyu Kurniawan, bekerja dan memulai bisnis harus ada motivasinya. “Misalnya, keinginan untuk mandiri dan membantu orang tua,” kata Didin Wahidin.

Intinya, menurut Didin Wahidin, hal-hal yang bisa mendorong untuk berani memulai bisnis dan menjadi pengusaha.
“Menekuni bisnis atau karir juga harus berdasarkan minat, kesenangan atau hobi, supaya lebih tahan lama,” papar Didin Wahidin. (Affan)
Attachments area