Sikap Kejujuran Dalam Pembelajaran Di Sekolah Dasar

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Sikap kejujuran dalam belajar mengajar mulai di ragukan dan mulai berkurang . Beberapa dari siswa Sekolah Dasar sering kali bersikap tidak jujur pada saat belajar dan berkata kepada guru.

Kebanyakan guru dalam menilai dan mengevaluasi hasil belajar siswa hanya dilihat dari segi nilai akademik yang dicapai dan tidak mempertimbangkan proses yang dilalui peserta didik dalam mencapai nilai tersebut karena beberapa siswa memperoleh nilai dengan cara yang curang seperti mencontek dan lemahnya pengawasan.

Seharusnya  para guru tidak sekedar sebagai pengajar semata, pendidik akademis tetap juga merupakan pendidikan karakter, menanamkan nilai kejujuran, moral dan budaya bagi siswanya.

Penanaman nilai kejujuran dan pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk generasi yang tangguh, berlandaskan kejujuran, berakhlak mulia, bermoral dan berorientasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semuanya di jiwai oleh Iman dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.

            Para guru harus bisa menanamkan sifat kejujuran peserta didik mulai dari kelas bawah hingga kelas atas atau dimulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6.

Guru harus mampu membentuk sifat kejujuran tersebut karena pada zaman sekarang ini sangat sedikit bahkan sangat sulit menemui orang yang bersikap jujur oleh karena itu penanaman sikap kejujuran harus dimulai dari sejak bangku sekolah dasar agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi untuk kedepannya dan tidak merugikan bangsa masyarakat secara umum dan tidak membebani dan merugikan diri sendiri secara khusus,

              Upaya peningkatan sifat kejujuran ini dapat dilakukuan dengan cara melatih peserta didik untuk mengucapkan sesuatu yang jujur sesuai dengan realitanya tidak berbohong, guru harus mampu melatih kejujuran peserta didik dalam bentuk ucapan dan perbuatan yaitu ketika para peserta didik mengucapkan sesuatu sesuai dengan apa yang dia perbuat contohnya mengakui suatu perbuatan baik ataupun buruk, meyakinkan kepada peserta didik bahwa dan berkata dan bersikap jujur dapat memperoleh pahala dan disayang sama Tuhan.

            Dengan demikian proses belajar mengajar akan menjadi lebih efektif dan efesien jika berlandaskan dan menerapkan kejujuran, disamping itu dapat meningkatkan kualitas peserta didik yang lebih unggul dan akan berguna bagi bangsa dan Negara yang bisa menjadi penerus pejuang terdahulu. Serta tercapainya tujuan pembelajaran.

(Red/ Faris Nur Ahadin Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa  )