Tim II KKN Undip Desa Wadas Jalankan Program Revolusi Mental Melalui Pelatihan Pengolahan Sampah

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,TEMANGGUNG – Hingga saat ini, sampah menjadi problematik yang belum terselesaikan di berbagai daerah di Indonesia, tak terkecuali Desa Wadas, Kec. Kandangan, Kab. Temanggung.

Masalah sampah di desa Wadas seakan menjadi permasalahan yang belum ada solusinya hingga sekarang.

Mulai dari minimnya tempat pembuangan sampah yang menyebabkan masyarakat membuang sampah sembarangan, kebiasaan masyarakat mengolah sampah dengan cara dibakar, hingga minimnya pengetahuan masyarakat untuk mengolah sampah-sampah tersebut. 

Pemerintah melalui Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KEMENKO PMK), telah mencanangkan Program Revolusi Mental yang menyasar seluruh masyarakat Indonesia.

Dalam prakteknya, Gerakan Revolusi Mental juga melibatkan pihak Perguruan Tinggi sebagai pencetak kaum intelektual yang dalam hal ini biasanya disebut sebagai pionir perubahan atau Agent of Changes melalui pelaksanaan salah satu butir Tridharma perguruan tinggi yaitu “pengabdian” yang dimanifestasikan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertajuk KKN Revolusi Mental.

Kegiatan KKN Revolusi Mental berfokus kepada 3 aksi, yaitu Indonesia Bersih, Indonesia Melayani dan Indonesia Mandiri.

Tidak semua desa yang menjadi sasaran berlangsungnya Program Revolusi Mental, hanya beberapa desa tertentu saja, salah satunya desa Wadas.

Terdapat 7 program yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa KKN yang termasuk dalam desa terkena program Revolusi Mental. 7 program tersebut ialah Pendampingan Izin Usaha Mikro (IUM), Pendampingan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), Optimalisasi Potensi Desa, Bersih Desa, Pembentukan Sistem Informasi Desa (SID), Publikasi Kegiatan, dan

Pembuatan Video yang berasal dari kumpulan kegiatan Program Revolusi Mental. Seluruh agenda tersebut harus dilakukan oleh mahasiswa KKN selama diterjunkan di tengah masyarakat.

Dalam pemenuhan program Optimalisasi Potensi Desa, mahasiswa KKN Undip berencana untuk menjadikan desa Wadas menjadi desa Bank Sampah.

Maka dari itu para mahasiswa KKN Undip menyelenggarakan kegiatan Pelatihan pengolahan sampah sebagai langkah untuk menangani permasalahan utama di desa Wadas dengan menghadirkan pembicara dari Bank Sampah Kentangan Berseri dan Teknologi Inovasi Manajemen Daur Ulang Insan Sanitarian Indonesia (TIMDIS) yang kegiatannya dilaksanakan di aula balai Desa Wadas.

“Pelatihan ini bukan ditujukkan untuk menemukan solusi tempat pembuangan sampah, namun untuk menyiasati menumpuknya sapah-sampah warga yang kebanyakan ialah sampah rumah tangga baik organik maupun anorganik agar dapat dimanfaatkan kembali serta dirasakan kebermanfaatannya di kemudian hari dan diharapkan menjadi salah satu alternatif pengembangan potensi desa, intinya sejalan dan searah dengan gerakan revolusi mental.” Ujar Naufal, selaku ketua panitia kegiatan (31/07).

Harapannya dengan diadakan Pelatihan Pengolahan Sampah ini dapat mengubah paradigma masyarakat mengenai sampah yang sampai saat ini masih dianggap sebagai hal yang kotor dan tidak dapat diolah kembali sehingga jarang dilirik untuk dikembangkan lebih lanjut untuk mulai diolah dan dimanfaatkan,

Serta program ini dapat dijadikan bekal untuk menanggulangi permasalahan sampah yang semakin hari kian pelik di desa Wadas khususnya dan di seluruh wilayah Indonesia pada umumnya.

Red/IRAISA FARASILA )
Mahasiswa Komunikasi Strategis
Universitas Diponegoro