Tripusat Pendidikan dalam Pendidikan Karakter

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA- Pendidikan pada dasarnya merupakan sebuah usaha yang dilakukan untuk memberikan kecerdasan dan untuk membentuk kualitas sumber daya manusia menjadi lebih baik lagi.

Melalui pendidikan, tentunya akan banyak yang dapat dibentuk untuk menjadi lebih baik lagi. Karena pendidikan digadang-gadang bisa digunakan untuk melakukan perubahan.

Pendidikan di Indonesia saat ini lebih mengedepankan pada pembentukan karakter siswa. Pendidikan karakter merupakan sebuah cara yang dilakukan oleh pendidik untuk mempengaruhi sikap, pola pikir peserta didik sehingga menjadi yang lebih baik lagi. 

Pendidikan karakter yang sedang dilakukan pemerintah sebagai usaha dalam memperbaiki moralitas anak bangsa adalah dengan program-program Pendidikan Penguatan Karakter (PPK).

Nilai utama dari pendidikan penguatan karakter itu meliputi religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.Tentunya, kelima nilai utama itu bisa mulai diterapkan dari pendidikan pada sekolah dasar. 

Pada penerapannya, pendidikan penguatan karakter ini bisa diterapkan dengan Tripusat pendidikan yang telah dikenalkan oleh Ki Hajar Dewantara. Yang meliputi lingkungan keluarga, masyarakat, serta sekolah. Ketiga lingkungan itu bisa dilakukan untuk penguatan karakter peserta didik. 

Misalnya saja penguatan karakter pada lingkungan keluarga adalah seorang ayah yang selalu mencontohkan untuk selalu taat dalam menjalankan ibadah, ibu yang selalu mencontohkan untuk berdisiplin dengan selalu bangun pagi, serta keluarga-keluarga yang lain yang selalu memberikan contoh untuk saling menghargai.

Selain itu, penguatan karakter yang bisa dilakukan di lingkungan masyarakat adalah dengan saling membantu, saling gotong royong, selalu menaati aturan dan norma yang berlaku.

Sehingga dengan kebiasaan itu, maka peserta didik akan menjadi paham dengan sendirinya mengenai penguatan karakter. 

Untuk penguatan karakter pada lingkungan sekolah yang bisa dilakukan adalah dengan program-program dan kegiatan pembelajaran yang masih ada kaitannya dengan pendidikan karakter.

Seperti halnya dengan pembuatan jadwal piket yang dapat menumbuhkan tanggug jawab peserta didik, dengan mengadakan kantin kejujuran, ataupun dengan kegiatan yang lebih mengedepankan kerja sama antar siswa sehingga bisa menumbuhkan integritas siswa.

Untuk benar-benar menginginkan hasil yang maksimal dari pendidikan penguatan karakter itu, maka harus ada kerja sama atau kolaborasi antara ketiga lingkungan pendidikan yaitu lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Karena ketika peserta didik melakukan segala hal atau beraktivitas, maka akan selalu berkaitan dan akan selalu diselipkan pendidikan karakter itu.

Sehingga dengan adanya kerja sama itu, peserta didik lebih terbiasa dengan pendidikan karakter dan pendidikan karakter akan bisa berbuah hasil yang baik.

(Red/ Enggar Dwi Priyanto ; Asal Kampus : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta )