Upaya Meningkatkan Minat Baca Siswa SD di Masa Pandemi

Bogor Now Kampus Kita

Oleh: Mita Dwi Astuti dari prodi PGSD Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta.

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Pandemi Covid-19 yang muncul di seluruh belahan dunia mengubah seluruh sendi kehidupan manusia. Sudah hampir 8 bulan lamanya virus ini singgah di Indonesia.

Banyak kegiatan yang harus dihentikan sementara waktu untuk memutus rantai penyebaran virus. Tak hanya bidang ekonomi yang terkena dampaknya, namun bidang pendidikan juga terkena imbasnya.

Sesuai anjuran pemerintah pembelajaran secara tatap muka harus dihentikan sampai keadaan sudah membaik dan diganti menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Tentunya hal ini menjadi tantangan baru bagi para guru untuk menyiapkan pembelajaran yang menyenangkan namun materi yang disampaikan bisa tersampai dengan baik.

Belajar secara daring juga merupakan sebuah tantangan bagi siswa. Selama belajar secara daring siswa cenderung bosan walaupun guru sudah memberikan materi pembelajaran yang semenarik mungkin.

Dampak lainnya, aktivitas membaca juga menjadi menurun karena
siswa hanya cenderung terpaku untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru.

Tantangan baru lagi bagi guru untuk meningkatkan minat baca siswanya yang hilang ketika masa pandemi.

Membaca merupakan kegiatan melihat dan memahami tulisan demi mendapatkan informasi yang bermanfaat. Di masa pandemi seperti ini, membaca digunakan sebagai kegiatan untuk menghilangkan jenuh karena anjuran pemerintah untuk di rumah saja.

Selama pembelajaran daring, guru tidak hanya memberikan tugas namun juga bisa menumbuhkan upaya budaya membaca.

Situasi dan kondisi sekarang ini yang tidak memungkinkan untuk berkunjung ke perpustakaan, maka strategi yang dapat dilakukan oleh guru untuk meningkatkan minat baca bagi siswanya antara lain :

  1. Guru memberikan bahan bacaan setiap harinya kepada siswa melalui media sosial yang telah disepakati. Bahan bacaan yang diberikan tidak terlalu banyak, karena jika menatap ponsel terlalu lama tidak baik bagi mata. Untuk siswa SD kelas rendah menggunakan sistem one day one page. Untuk siswa SD kelas tinggi bisa dinaikkan menjadi one day
    three page. Tidak usah terlalu banyak yang terpenting setidaknya dalam satu hari siswa bisa mendapatkan pengetahuan baru.
  2. Jika bahan bacaan yang dibagikan lewat media sosial kurang efektif maka guru bisa memberi bahan bacaan yang telah di print out. Jadi, guru sudah harus menyiapkan bahan bacaan untuk beberapa hari. Ketika jadwal orang tua mengambil atau mengumpulkan
    hasil tugas siswa, orang tua bisa sekalian membawa bahan bacaan yang telah dicetak oleh guru.
  3. Bahan bacaan yang diberikan tidak hanya sekedar dibaca, tetapi siswa harus memberikan ulasan atau feedback mengenai apa yang telah dibaca. Tidak harus panjang, singkat tapi jelas. Ulasan yang diberikan dikirim melalui media sosial dan dicek oleh sang guru.
  4. Selain memberi bahan bacaan, guru bisa memberikan tugas pada siswanya untuk menulis sebuah teks biografi tokoh maupun orang disekitarnya. Dengan begitu untuk mengumpulkan bahan teks maka siswa perlu untuk menggali informasi tentang tokoh tersebut.Dari kegiatan menggali informasi, siswa mendapat sebuah pengetahuan baru.Strategi di atas bisa berjalan dengan baik apabila ada kerja sama antara guru, siswa, dan orang tua. Selain itu, orang tua juga bisa menerapkan strategi untuk meningkatkan minat baca anaknya. Jika memungkinkan, orang tua bisa menyediakan perpustakaan kecil untuk keluarga. Tidak terlalu banyak buku, yang terpenting mengusahakan buku yang sesuai dan dibutuhkan oleh anaknya. Setelah perpustakaan mini tersedia, buatlah program wajib membaca bagi keluarga. Membaca buku memerlukan sebuah kebiasaan, maka ajarkan kepada anak untuk terbiasa membaca buku. Ajari anak untuk memanfaatkan waktu luang dengan baik. Manfaatkan untuk membaca buku, bukan untuk melakukan hal yang sia-sia seperti bermalas-malasan. Membaca buku ibarat membuka jendela dunia, maka perbanyaklah membaca buku agar wawasan bertambah luas.