Waktu Tidur Dapat Mempengaruhi Prestasi dan Belajar Siswa SD

Kampus Kita

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Tidur merupakan kebutuhan sehari-hari manusia yang mana dari tidur tersebut dapat membuat anggota badan yang semula terasa pegal dikarenakan aktivitas yang padat menjadi lebih baik selepas tidur.

Tidur juga dapat mengembalikan semangat untuk beraktivitas kembali. Namun ketika seseorang terlalu banyak tidur maka itu tidak baik untuk kesehatannya,dikarenakan tubuh tidak dibawa bergerak.

Maka dari itu kita butuh mengatur waktu tidur agar proporsinya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Waktu tidur yang efektif ialah7-8 jam perhar

Waktu tidur juga salah satu dari sekian banyak hal yang dapat berpengaruh pada prestasi dan belajar siswa.

Siswa yang waktu tidurnya teratur akan terlihat lebih aktif dari pada siswa yang waktu tidurnya tidak teratur.Dari hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa waktu tidur dapat mempengaruhi waktu belajar siswa yang seharusnya siswa dapat fokus pada mata pelajaran, menjadi tidak dapat fokus karena mengantuk.

Selain waktu tidur, ada juga asupan makanan yang harus memenuhi kebutuhan tubuhnya karena hal tersebut dapat menyebabkan siswa tidak dapat bekonsentrasi saat belajar.

Waktu tidur yang tepat untuk anak-anak ialah jam 9-10 malam.Karena saat di jam-jam tersebut anak sudah lelah untuk belajar ataupun bermain sehingga harus mengistirahatkan tubuhnya agar nanti saat bangun tubuhnya terlihat lebih segar.

Selain waktu tidur malam, anak juga harus dibiasakan untuk tidur siang. Ketika anak pulang sekolah maka ia merasa lelah, disaat itu orang tua harus bisa membiasakan anak untuk istirahat dahulu sebelum memulai aktivitas yang lainnya.

Hal tersebut dimaksudkan untuk anak tidak kelelahan saat melakukan aktivitasnya yang bisa dikatakan padat.Anak-anak memiliki waktu yang padat,seperti pagi ia akan sekolah hingga siang setelah jam sekolah selesai biasanya guru memberikan tugas dan harus dikerjakan,dari situ anak mau tidak mau harus mengerjakan tugas yang diberikan oleh sang guru.

Belum lagi sore anak ada waktu untuk berolahraga agar tubuhnya tidak terlalu kaku atau agar tidak terlalu lemah fisiknya.

Disekolah memang anak hanya belajar dan tidak melakukan pekerjaan yang melibatkan fisik yang berat.

Namun otak sang anak yang bekerja untuk mencerna serta memproses mata pelajaran yang diberikan oleh guru.Maka, jika anak kurang tidur lalu harus menggunakan otaknya untuk berfikir,mencerna serta memahami materi yang sedang diberikan oleh guru itu dapat menjadikan sang anak tidak mengerti dan memilih untuk tidur.

Dari hal tersebut berati anak harus memiliki waktu tidur yang cukup untuk bisa fokus dalam memperhatikan guru ketika menjelaskannya agar faham akan materinya.

Jika anak memahami maka ketika diadakan ujian anak akan bisa mengisi soal yang telah dibuat oleh guru dengan mudah tanpa adanya hambatan. Dan hal itu bisa berdampak pada nilai yang akan anak hasilkan.

Memang sebagian orang menganggap tidur hanya membuang waktu yang berharga, tetapi ketika tubuh tidak dapat melakukan kegiatan dikarenakan kelelahan yang mana tubuh tidak diizinkan istirahat maka hal tersebut akan merugikan diri sendiri juga, malah bisa saja menjadikan masalah yang lebih serius.

(Red/Nama : Vera Indriyanam,Mahasiswi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa .Kota : Yogyakarta)