14 Presiden Mahasiswa Minta Pendukung Capres-Cawapres Akhiri Fanatisme ‘Buta’

Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Pertarungan antara pasangan calon presiden dan calon wakil sudah berakhir sejak tanggal 17 April 2019 lalu, namun pendukung capes dan cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno masih tetap bertarung. Semestinya, pasca Pilpres semuanya sudah berakhir dan melebur kembali menjadi satu sebagai bangsa Indonesia.

Terkait itu, 14 Presiden Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Presiden Mahasiswa Indonesia menyatakan sikapnya, antara lain menajak masyarakat dari kedua kubu untuk mengakhiri fanatisme buta.

“Mengajak seluruh masyarakat yang mendukung masing-masing calon presiden dan calon wakil presiden untuk mengakhiri fanatisme ‘buta’ terhadap para pasangan calon, serta mengembalikan semangat persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Sultan Rivandi, Koordinator Forum Presiden Mahasiswa dalam pernyataan sikapnya, Jumat (17/5/2019).

Dalam pernyataan itu, mengimbau masyarakat untuk bekerja sama mengawal demokrasi di Indonesia dan mendesak elit politik untuk menghentikan devide et impera atau politik adu domba.

Kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), sambung Sultan Rivandi, agar melaksanakan proses penghitungan suara secara jujur, adil, terbuka, dan transparan serta mengajak kepada seluruh entitas warga negara Indonesia agar tidak terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Forum Presiden Mahasiswa juga menolak segala tindakan inkonstitusional yang tidak sesuai Undang-Undang Dasar 45, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilihan dan intervensi terhadap penyelenggaraan pemilu. “Serta meminta KPU untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggara pemilu yang gugur dalam bertugas,” katanya.

Selain itu, mereka mendesak elite politik mengikuti mekanisme hukum yang berlaku sesuai undang-undang, jika terdapat kecurangan atau pun kekurangan dalam proses pemilu, serta mendorong Mahkamah Konstitusi (MK) menggunakan kewenangannya jika terjadi perkara sengketa hasil pemilu sesuai konstitusi.

Forum Presiden Mahasiswa terdiri dari UIN Jakarta, Universitas Paramadina, UHAMKA, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Institut PTIQ, ITP Ahmad Dahlan, Universitas Islam Jakarta, STEBANK, STTM Muhammadiyah, UIKA Bogor, Universitas BSI, Universitas Azzahra, Universitas Mpu Tantular, dan UNINDRA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *