Akhir Tahun Ini,Pemkot Semarang Larang Kendaraan Pribadi Masuki Kota Lama

Nusantara

KORANBOGOR.com,SEMARANG-Pemkot Semarang, berencana akhir tahun ini akan melarang kendaraan pribadi masuk ke Kawasan Kota Lama. Menurut rencana, pelarangan tersebut akan diberlakukan menjelang akhir tahun ini, yaitu pada saat libur Natal dan Tahun Baru.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Pemkot akan menyiapkan kantung-kantung parkir. Adapun untuk alat transportasi pengunjung, disediakan mobil listrik, sepeda, dan kendaraan lain yang ramah lingkungan. ”Jadi tidak ada kendaraan pribadi yang lalu lalang di kawasan peninggalan Belanda itu,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, kemarin.

Walaupun demikian jika persiapan tersebut belum selesai, maka rencana tersebut tidak akan dipaksakan untuk dilaksanakan. Pihaknya juga akan mempertimbangkan kepentingan para pemilik usaha di kawasan itu. Jangan sampai kebijakan tersebut justru membuat masyarakat enggan datang, sehingga usaha di kawasan itu merugi.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini, juga berencana memperluas kawasan Kota Lama, yang saat ini baru mencakup Little Netherland. Perluasan itu sebagai konsekuensi dijadikannya kawasan kota lama beserta Pecinan, Kampung Melayu dan Kampung Arab sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional.

”Artinya pola pembangunan di sekitar akan ditata sesuai perundangan cagar budaya yang ada,” cerita Hendi. Dirinya juga sudah meyampaikannya kepada Dinas Penataan Ruang, agar segera dibuat master plan rencana pembangunan untuk tiga kawasan lain setelah Little Netherland.

Yakni Kampung Melayu, Pecinan, dan Arab. Kemudian pembangunan dapat diteruskan. Hendi optimistis, ke depan, pembangunan Kota Lama tak hanya bertumpu pada kemampuan pemerintah saja.

Pasalnya semakin hari semakin banyak pihak yang berminat untuk berinvestasi di Kota Lama Semarang. ”Sebanyak 99% bangunan di Kota Lama itu milik pribadi, sehingga APBD tidak bisa masuk. Jadi jika pemilik bangunan tidak mampu merestorasi maka akan B2B (Business to Business),” terang Hendi.

Sampai dengan pekan ini, pihaknya sudah memperoleh informasi bahwa Starbucks sedang mencari tempat di Kota Lama.

Karena itu Pemkot berupaya membantu untuk menghubungkan dengan pemilik bangunan yang bersedia menyewakan tempat. Juga ada informasi pengusaha akan bawa franchise besar ke Kota Lama. Pihaknya temukan dengan beberapa pemilik gedung.

”Dalam hal ini, Pemerintah ini akan memberikan alokasi anggaran untuk mendukung itu yang sifatnya fasilitas publik. Misalnya jalan, saluran, lampu, street furniture, dan seterusnya,” tekan Hendi. (red)