BPKAD Kota Surakarta Pasang 750 Alat Monitoring Pajak Online Di Resto Dan Hotel

Nusantara

KORANBOGOR.com,SURAKARTA-Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kota Surakarta bakal memasang 750 terminal monitoring device (TMD) atau alat monitoring pajak onliine di hotel dan restoran, tahun ini.

Tujuannya, Kata Kepala BPPKAD Yosca Herman Soedrajad, untuk mengoptimalkan penerimaan pajak di sektor hotel dan restoran. Selama ini, kata dia, baru terpasang 210 terminal. Harapannya, 1.300-an hotel di Solo terpasang alat ini.

“Dengan terpasangnya terminal monitor ini diharapkan semua transaksi di hotel dan restoran terpantau sehingga besaran pajaknya yang harus dibayarkan bisa diketahui,” kata dia, kemarin.

Menurut Yosca, pemasangan alat monitoring pajak onliine di sejumlah hotel dan restoran, merupakan Salah satu upaya intensifikasi untuk mengoptimalkan penerimaan pajak di sektor pajak dan resto. Sementara upaya ekstensifikasi yang dilakukan adalah dengan terus melakukan up date data perkembangan tiap hotel dan restoran.Â

Dikatakan, sektor pajak hotel dan resto breada di urutan ketiga dalam kontribusinya ke pendapatan asli daerah (PAD) setelah pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Menurut dia, tahun ini penerimaan pajak yang tercatat di APBD senilai Rp 370 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya senilai 330 miliar.

“Saya Kira manfaat pajak sudah dirasakan masyarakat, baik untuk pembangunan proyek infrastructur maupun pelayanan public,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Kota Solo kini tengah menuju kota mandiri anggaran, dimana diharapkan kota mandiri anggaran itu bisa terwujud 2020.

Menurut ketentuan Kementerian Dalam Negeri, kata dia, kemandirian anggaran terwujud bila PAD di APBD sudah mencapai 30 persen. Di 2016 PAD di APBD hanya 21 persen dani 2019 PADnya yang tercatat di APBD mencapai 29 persen.

“Kehadiran e-pajak menjadi salah satu terobosan meningkatnya kepatuhan wajib pajak. Dari pajak online yang diberlakukan selama ini memberi kemudahan, tingkat kebocoran menjadi nol, dan masyarakat bisa langsung membayar di bank, baik ke kantor maupun mobile banking,” jelasnya. (Red)