Bupati PPU Siap Adu Luas Lahan Ibu Kota Negara Baru

Nusantara

KORANBOGOR.com,PANAJAM—Persaingan merebut lokasi Ibu Kota negara baru semakin ketat. Sejumlah daerah menyatakan siap menjadi kandidat kuat lokasi Ibu Kota negara yang baru.Menanggapi persaingan itu,Bupati Panajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud menyatakan tidak gentar.

Bupati Gafur mengatakan daerahnya sangat siap dan memenuhi kriteria yang diinginkan pemerintah pusat.

“Semua kriteria kita punya. Termasuk soal luas lahan yang tersedia kita siap diadulah kira-kira. ‘Seberapa’ pun yang pusat minta kita siapkan,” ujar Gafur di Panajam, Kalimantan Timur, dalam keterangannya, hari ini.

Bupati Gafur mengatakan, sejak 2018, pemerintah pusat sudah delapan kali mengunjungi daerahnya guna melakukan pengkajian lokasi.Kabupaten yang dipimpinnya, dinilainya sangat cocok menjadi ibu kota baru negara.

Sebab, daerah ini memiliki luas lahan yang mencapai 3.333 kilometer persegi atau lebih luas dibandingkan Jakarta yang hanya memiliki luas 661,5 kilometer persegi.

Sebelumnya, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengungkapkan pemerintah sudah memiliki lahan sekitar 300 ribu hektar (Ha) untuk calon ibu kota baru negara Indonesia.

Hanya saja, dirinya masih enggan menyebutkan lokasi lahan tersebut ada di mana. “Yang jelas Pak Presiden mengatakan di luar Jawa. Kita sudah ada,” kata Sofyan di komplek Istana, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Sofyan menjelaskan, alasan pemerintah masih menyembunyikan daerah calon ibu kota negara yang baru agar tidak ada spekulan tanah yang bermain. Yang pasti, lanjut Sofyan, lahan tersebut mencapai ratusan ribu hektar.

Beredar sejumlah tiga daerah di Kalimantan yang bersaing ketat menjadi alternatif lokasi ibu kota negara yang baru. Pertama, Penajam Paser Utara di Kaltim. Kedua, Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan. Ketiga, Palangkaraya dan sekitarnya Provinsi Kalteng.

Bupati Gafur mengatakan, soal kepemilikan lahan, wilayahnya sangat memenuhi kriteria. Sebab terdapat ribuan hektare lahan milik pemerintah daerah yang bisa digunakan.

Sehingga, pemerintah pusat tak perlu lagi mengeluarkan biaya pembebasan lahan. “Atas dasar ini, Kabupaten Penajam Paser Utara sangat kompetitif menjadi kandidat ibu kota negara,” ucap Gafur.

Sebelumnya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan ibu kota Jakarta akan pindah ke luar Pulau Jawa.

Kepastian itu diputuskan usai rapat pembahasan ibu kota baru di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (29/4). “Presiden memilih alternatif ketiga, yaitu memindahkan ibu kota ke luar Jawa.

Ini barangkali salah satu putusan penting yang dilahirkan hari ini dan tentunya akan dilanjutkan dengan rapat terbatas berikutnya,” ungkap Bambang.


Lebih lanjut ia mengatakan keputusan ini didasari oleh berbagai pertimbangan yang sudah dikaji oleh kementeriannya. Ibu kota baru harus memiliki lokasi strategis secara geografis, yaitu berada di tengah wilayah Indonesia.  (***)

 

TENTANG PPU

Kabupaten Penajam Paser Utara, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Kalimantan TimurIndonesia. Ibu kotanya terletak di Penajam. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara disebelah Utara, sebelah timur berbatasan dengan Selat Makassar dan sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Paser serta sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat. Penajam Paser Utara merupakan kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Pasir (kini Paser) pada tahun 2002. Tentang PPU dapat dilihat lebih jelas di penajamkab.go.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.