Corona Tak Hanya Ganggu Sektor Ekonomi, Juga Bikin Khawatir Pemilih

Nusantara

KORANBOGOR.com, JAKARTA,–Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI), Karyono Wibowo mengatakan bahwa pandemi Virus Corona selain berimbas pada sektor ekonomi juga berpotensi mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat di pesta demokrasi lima tahunan, yakni Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Serentak, 9 Desember 2020 mendatang

Karyono pun mengulas, kasus infeksi yang kini semakin meningkat di tanah air akan membuat pemilih merasa khawatir untuk hadir di tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember mendatang.

“Apalagi jika warga di sekitarnya ada yang terinfeksi Corona, maka masalah ini membuat tingkat partisipasi pemilih berkurang karena pemilih dihantui oleh Corona yang kapan saja bisa menyerang,” urai Karyono seperti dicukil dari Bisnis, Kamis (3.9/20).

Karyono melanjutkan, jika tingkat partisipasi pemilih menurun otomatis akan berpengaruh pada legitimasi Pilkada itu sendiri.

Kendati begitu kondisi tersebut tidak bakal membatalkan keabsahan hasil Pilkada Serentak.

Karyono pun merekomendasikan tiga hal kepada penyelenggara pilkada yaitu Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) masing-masing daerah untuk bisa mengantisipasi rendahnya partisipasi pemilih.

Pertama, penerapan pelaksanaan Pilkada dengan menggunakan standar penanganan Corona seperti penyediaan APD untuk penyelenggara Pemilu di semua tingkatan, handsanitizer atau tempat cuci tangan, penyemprotan disinfektan, pemakaian masker dan menjaga jarak satu sama lain saat berinteraksi.

Kedua, meningkatkan porsi sosialisasi secara virtual atau tatap muka terbatas yang mengikut sertakan beberapa pihak, seperti tokoh masyarakat (tomas), tokoh agama (toga), aktifis demokrasi, dan Satgas Penanganan Covid19 setiap daerah.

Ketiga, membuat sistem pemungutan suara yang lebih cepat untuk menghindari antrian panjang dan kerumunan massa.

“Sedikitnya ketiga hal itu perlu dilakukan agar pilkada tidak menjadi cluster baru penyebaran virus Corona,” tuturnya.

KPUD sendiri telah memiliki regulasi berkenaan dengan pelaksanaan Pilkada di dalam kondisi Corona seperti saat itu. Aturan itu telah termaktub pada PKPU No 6/2020 dan diperbarui melalui PKPU No 10/2020.

Tahun 2020, diketahui ada 270 daerah menggelar pemilihan. Dari total jumlah itu, 9 di antaranya Pilkada tingkat provinsi, 224 kabupaten kota dan 37 kota. Kondisi saat ini diyakini terberat dari pilkada serentak seperti tahun sebelumnya lantaran diselenggarakan ditengah pandemi Covid19.***