Dilarang Mudik,Gubernur Jateng Bagikan Sembako Bagi Mahasiswa Perantau

Kampus Kita Nusantara Pendidikan

KORANBOGOR.com,SEMARANG-Pandemi virus corona (Covid-19) membuat mahasiswa rantau di Jawa Tengah (Jateng) hanya dapat berdiam diri saja di asrama.

Walaupun kegiatan perkuliahan kini berlangsung secara daring, mereka tidak dapat pulang ke daerah asalnya karena adanya larangan mudik. Tidak sedikit dari mereka yang kesulitan mencari bahan makanan.

Untuk memastikan kondisi mereka, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo kerap mengunjungi para mahasiswa rantau. Kunjungan Ganjar juga untuk mengecek ketersediaan bahan pangan yang dimiliki mahasiswa.

Beberapa lokasi yang dikunjunginya termasuk rusunawa Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang, serta Asrama Kartini Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di Salatiga.

Masing-masing lokasi ini ditempati oleh ratusan mahasiswa rantau. Disebut sebanyak 150 mahasiswa luar daerah yang masih menetap di rusunawa Undip, sedangkan terdapat 260 mahasiswa asal Nias, Papua dan Kalimantan di Asrama Kartini UKSW.

“Kemarin kita dengar cukup banyak mahasiswa Undip yang tidak pulang. Bahkan, tadi ada yang kondisinya sudah tidak mendapat kiriman dari orang tuanya dan bekerja part time di kafe. Tapi, kafenya tutup,” ujar Ganjar ketika mengunjungi rusunawa Undip, Semarang, Sabtu (25/4/2020).

Menanggapi hal ini, Ganjar menyalurkan bantuan sembako untuk kedua asrama tersebut. Paket sembako ini terdiri dari beras, mie instan, minyak goreng, buah-buahan, makanan siap saji serta masker.

“Ini memang kita gerakkan dari Korpri agar bisa gerak cepat. Karena kalau menunggu (bantuan) APBD, lama dan kasihan temen-temen yang masih tinggal di sini dan kesulitan makan,” jelas Ganjar kepada mahasiswa UKSW di Salatiga.

Di saat yang sama, ia pun mengapresiasi pihak UKSW yang telah menyediakan posko bagi mahasiswa yang kesulitan pangan.

“Kami mendukung sesuai dengan kemampuan kami. Ini sifatnya sangat menguatkan, bagi kami, ini peran pemimpin yang diperlukan di tengah situasi sulit bagi semua orang,” ujar Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara.

Neil pun menambahkan, dirinya berusaha seoptimal mungkin untuk menahan para mahasiswanya agar tidak pulang kampung.

Kampanyekan Pola Hidup Bersih

Untuk memutus mata rantai penyebaran corona, Ganjar juga menghimbau para mahasiswa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Di antaranya adalah tetap menjaga pembatasan jarak fisik (physical distancing) dan menggunakan masker.

“Mulai Senin kita terapkan lebih ketat lagi, kalau ada yang tidak pakai masker suruh pulang rumah. Tidak pegang-pegangan, tidak jabat tangan. Saya harap temen-temen bisa mengajarkan ini kepada yang lain,” pungkasnya. (Red/Berita Satu)