FPMSI Menolak Kepulangan 600 WNI Yang Bergabung Dengan ISIS

Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Koordinator Nasional Forum Pegiat Media Sosia Independen (FPMSI) Hafyz Marshal mengatakan, wacana untuk memulangkan sekitar 600 warga Indonesia yang bergabung dengan ISIS merupakan keputusan yang tidak tepat. Jika mereka kembali ke Tanah Air, hal itu tidak sebanding dengan nilai kemanusiaan yang diusung dalam kehidupan bernegara.

“Jika merujuk pada Pasal 23 huruf (d) dan (f) UU Nomor 12/2006 tentang Kewarganegaraan RI, sejak mereka menyatakan diri bergabung dengan ISIS, di mana itu sama saja sebagai entitas negara, maka mereka telah sukarela melepaskan kewarganegaraan Indonesia,” ujar Hafyz di Jakarta, Jumat (7/2/2020).

Sebab itu, kata dia, memulangkan warga Indonesia yang telah bergabung dengan ISIS bukan sebuah keputusan yang benar. Pasalnya, selain perlu mempertimbangkan banyak hal, mereka juga secara langsung sudah mengakui untuk tidak tunduk dan percaya adanya dasar negara Indonesia, yakni Pancasila.

“Ini semua untuk kebaikan dan kemaslahatan bangsa agar kondisi stabilitas serta keamanan tetap terjaga,” kata Hafyz.

Disebutkan, wacana pemulangan sekitar 660 anggota ISIS asal Indonesia, yang sebagian besar berstatus sebagai pengungsi dan Foreign Terrorist Fighter (FTF) belakangan menimbulkan kontroversi. Ada pihak yang setuju, tetapi banyak yang tidak setuju jika mereka dikembalikan ke Indonesia.

“Banyak masyarakat yang khawatir jika nantinya mereka kembali akan mengancam keamanan dan kedamaian NKRI. Mereka bisa memberikan doktrin-doktrin paham radikal kepada masyarakat, sehingga bisa menimbulkan masalah yang berdampak pada keutuhan NKRI,” ujarnya.

Selain itu, kata Hafyz, mengembalikan anggota ISIS ke Tanah Air bukan sebuah perkara mudah. Dibutuhkan program deradikalisasi yang sangat sempurna agar kemungkinan penyebaran paham radikal tidak terulang lagi.