Gandeng Pihak Pemda, KemenkumHAM Kalsel Dorong Pendaftaran IG

Berita Nusantara

KORANBOGOR.com, BANJARMASIN-Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan, Subianta Mandala memberikan paparan tentang Indikasi Geografis (IG) saat menjadi narasumber pada Giat Sosialisasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Hukum dan Hak Asasi Manusia yang mengusung Tema “Perlindungan Indikasi Geografis Dalam Mendorong Perekonomian Daerah ” di Aula Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Banjarmasin, Selasa 23 Juli 2019.

Kegiatan tersebut dihadiri 30 peserta yang berasal dari Pemerintah Provinsi dan Satuan Kerja Perangkat Daerah di Wilayah Kalimantan Selatan.

Giat sosialisasi ini bertujuan untuk melindungi potensi alam dalam bingkai produk IG sebagai ciri khas produk Daerah.

IG adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.

“IG dimiliki oleh Masyarakat penghasil produk khas wilayah, kepemilikan IG tidak dapat diperjualbelikan, dan IG berlaku selama ke khasan produk masih terjaga serta perlindungan IG diakui secara internasional dan tercantum dalam Trip’s Agreement dan WTO”, jelas Subianta Mandala.

Adapun manfaat IG sebagai berikut : Mencegah beralihnya kepemilikan hak pemanfaatan produk dari masyarakat setempat kepada pihak lain, Memaksimalkan nilai tambah produk bagi masyarakat setempat, Memberikan perlindungan dari pemalsuan produk, Meningkatnya pemasaran produk khas, Meningkatnya penyediaan lapangan kerja, Menunjang pengembangan agrowisata, Menjamin keberlanjutan usaha, Memperkuat ekonomi wilayah, Mempercepat perkembangan wilayah, Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Memberi jaminan kualitas kualitas produk, Memberi jaminan hukum bagi konsumen apabila produk tidak sesuai dengan standar yang diharapkan.

Ditambahkan Subianta, “Sejauh ini belum ada satu produk khas Kalimantan Selatan yang terdaftar sebagai IG, padahal Kalsel mempunyai keanekaragaman hayati yang luar biasa besar. Adapun kendala yang dihadapi di lapangan salah satunya belum adanya pengetahuan yang memadai mengenai manfaat IG. Oleh karena itu perlu ada kerjasama yang erat dengan Kanwil Kemenkumham dengan Dinas-dinas terkait di wilayah Kalimantan Selatan seperti, Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, ” ucap Subianta Mandala.

Sementara itu narasumber lainnya yang berasal dari Kantor Wilayah dan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM R.I, Tripsapto WA Nugroho menyampaikan materi tentang Perlindungan Indikasi Geografis dalam Mendorong Perekonomian Daerah.

Giat sosialisasi yang dipandu oleh Kepala Bidang HAM, Rosita Amperawati sebagai moderator tampak meriah dengan banyaknya pertanyaan dari para peserta sosialiasi mengingat materinya sangat menarik.(HAM Kanwil)