Gapensi Minta Presiden Terpilih Hidupkan Ribuan Kontraktor Gulung Tikar

Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA—Pengusaha yang tergabung dalam Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mengapresiasi kesigapan aparat keamanan dalam menjaga kelancaran tahap-tahapan  penyelenggaran Pemilu 2019. Gapensi meminta semua pihak menghormati proses konstitusional yang tengah berjalan di Mahkama Konstitusi (MK).

Meski demikian, Sekjen BPP Gapensi H.Andi Rukman Karumpa berharap agar Presiden terpilih 2019 menghidupkan kembali puluhan ribu kontraktor yang gulung tikar. “Salah satu poin yang kami minta agar Presiden terpilih Bapak Jokowi dan Maaruf Amin membantu Gapensi menghidupkan kembali puluhan ribu anggota kami yang gulung tikar sebab pasar konstruksi yang kurang berpihak ke pelaku UKM konstruksi,” ujar Andi di Jakarta hari ini.

Andi mengatakan jumlah kontraktor swasta nasional yang tergabung diasosiasinya  mengalami penyusutan tajam. Pasalnya, banyak yang gulung tikar sebab tidak lagi kebagian pasar konstruksi yang didominasi kontraktor kakap dan BUMN. “Lebih dari separuh anggota kami, yang usaha kecil menengah (UKM) menghilang. Mungkin saat ini sekitar 35 ribu. Dulu bisa sampai 80 ribu anggota aktif. Sebab bisnis mereka mati,” ucap Andi.

Andi mengatakan, dominasi BUMN di berbagai proyek membuat pasar konstruksi di menengah ke bawah relatif tidak berkembang. “Sebenarnya kami tidak keberatan. Sebab memang ada penugasan khusus. Memang itu proyek-proyek besar dan memang BUMN layak mengerjakannya. Namun, proyek-proyek ini belum cukup melibatkan swasta dalam proses pengerjaannya. “Sebab faktanya tidak dipadatkaryakan. Misalnya porsi beton, pancang besar, peralatan yang besar sampai yang kecil-kecil belum disubkonkan ke swasta kecil-kecil, anggota kami,” katanya.

Disisi lain, anggota Gapensi dilarang menggarap dana desa. Sebab  Sebab, dana desa dikelola oleh daerah dan proyeknya tidak terkontrak. Anggotanya berusaha menggarap proyek APBD. Namun APBD pun sangat terbatas. “Maka kita berharap agar pemerintahan terpilih nantinya membuat terobosan kebijakan agar puluhan ribu kontraktor kembali bergairah dalam menghidupkan perekonomian daerah,” ucap dia.

Sebelumnya, Gapensi mengapresiasi kebijakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono yang mengimbau BUMN karya tidak mengerjakan proyek konstruksi bernilai di bawah Rp 100 miliar dan diserahkan kepada kontraktor UKM swasta.

Andi mengatakan, sektor konstruksi memiliki konstribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi yakni sebesar 10,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional pada tahun lalu dan memiliki multiplier effect terhadap sektor lain. Bahkan pasar konstruksi Indonesia merupakan pasar konstruksi terbesar di Asia Tenggara dan nomor 4 terbesar di Asia, setelah China, Jepang dan India. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *