Janji KPK Ditagih CBA, Selidiki Dugaan Korupsi Lelang Proyek Di Kemenaker

Berita Nusantara

KORANBOGOR.com, JAKARTA,–Kementerian Ketenagakerjaan disorot Center for Budget Analysis (CBA) terkait kejanggalan lelang proyek TA 2019 & TA 2020. Yaitu kegiatan publikasi & sosialisasi program pengembangan & perluasan kesempatan kerja dalam rangka mendukung pencegahan penyebaran Covid19.

“Kami tagih janji pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Ketuai Komjen Firli Bahuri untuk menindak tegas penyelewengan dana terkait Covid19, yang kini (sesuai temuan CBA) diduga terjadi di Kemenaker,” ujar koordinator investigasi CBA, Jajang Nurjaman, dalam keterangan Media, Rabu (29.7/20).

Kejanggalan itu, katanya, sewaktu pihak yang dimenangkan Kemenaker yakni PT Weri senilai proyek yang disepakati lebih Rp 9,5 miliar. Padahal, ia menjelaskan, harga yang ditawarkan perusahaan itu dalam proses lelang menempati urutan tujuh.

Proyek Kemenaker yang dimenangkan PT Weri pada 2019 itu publikasi dan sosialisasi kebijakan pengaturan tenaga kerja dalam negeri di media videotron dan televisi. Spesifikasi proyek berupa iklan layanan masyarakat dengan pekerjaan mulai dari produksi sampai penayangan di stasiun televisi lokal dan nasional. Iklan animasi infografis, mulai dari produksi sampai penayangan di videotron, dan terakhir pelaporan, senilai Rp 7,7 milyar.

Jajang menyontohkan temuan CBA berupa dugaan mark up mulai penentuan harga perkiraan sendiri (HPS) yang tidak rasional. Dia memisalkan dalam tahapan pelaporan pihak Kemenaker mengajukan harga perkiraan untuk 5 eksemplar dalam HPS dan RAB pada laporan awal, laporan antara, sampai laporan akhir sebesar Rp43 juta. Padahal biaya sesungguhnya hanya Rp 8,8 juta.

“Artinya, ada selisih sebesar Rp 34,2 juta,” demikian kata Jajang Nurjaman.

Mengenai kualitas PT Weri, Jajang Nurjaman mempertanyakan. Kualifikasi PT Weri itu urutan ke-7 pemenang tender proyek kegiatan publikasi tersebut dimana ke-6 di atasnya memiliki kualifikasi lebih baik lag terkait efisiensi.

Menanggapi ini Karohumas Kemenaker, Soes Hindharno, mengisyaratkan kesibukannya setelah tidak menjawab beberapa kali telepon & konfirmasi melalui WhatsApp. “Maaf mas…saya br selasai acara dan lanjut nyambung acara Webinar Zoom Meeting PPID,” tulisnya.

Penyaji : Iksan