Jembatan Bambu (sesek) Penghubung Kulon Progo – Bantul Putus

Bogor Now Nusantara

KORANBOGOR.com,YOGYAKARTA-Warga dusun Temben, Ngentakrejo, Lendah, Kulon Progo kembali terisolasi akibat jembatan bambu (sesek) penghubung putus setelah diterjang arus air sungai yang deras karena hujan lebat yang terjadi pada Sabtu, 30 November 2019 pukul 12.00 dini hari. 

Jembatan Bambu (sesek) ini merupakan salah satu jembatan bambu yang dibangun di aliran sungai Progo untuk menghubungkan dua wilayah Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Bantul dan dapat menyingkat waktu.

Jembatan ini menjadi jalur tercepat / jalur jalan pintas menyeberang sungai untuk sampai ke seberang kabupaten Bantul. Selain itu jembatan bambu (sesek) juga menjadi tempat pencaharian warga sekitar yang berpartisipasi dalam pembangunan jembatan tersebut.

Warga yang berpartisipasi dalam pembangunan Jembatan bambu ini membutuhkan banyak biaya .  

Jembatan bambu (sesek) beroperasi ketika musim kemarau karena debit air sungai tidak terlalu tinggi. Bulan-bulan ini kemarau panjang terjadi membuat jembatan bambu ini beroperasi lama.

Setiap hari pengguna jalan yang lewat mencapai ratusan kendaraan dan dapat menambah pemasukan bagi warga yang berpartisipasi dalam pembangunan tersebut.

Namun akibat hujan lebat yang terjadi semalam membuat jembatan bambu (sesek) itu terputus karena debit air di sungai Progo itu meningkat lalu membuat jembatan itu putus terseret.

Akibatnya warga sekitar, pengguna jalan dan warga yang berpartisipasi mengalami kerugian dan kesulitan.

Pengguna jalan yang biasanya melewati sekarang harus mencari jalur lain dan juga lebih banyak membuang banyak waktu untuk sampai ke seberang Kabupaten Bantul, bagi warga yang berpartisipasi kini warga harus terhenti beroperasi.

Mungkin dengan putusnya jembatan bambu (sesek) ini akan digantikan dengan penyebrangan manual seperti kapal kecil dari bamboo atau biasa disebut Gethek. 

(Red/Penulis:Febria IkasariDari : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa )