Kawan SLI Bima Gelar Training Perdana, Kenalkan Metode Uswah

Berita Nusantara

KORANBOGOR.com,BIMA-Ahad (5/1) lalu menjadi momen bersejarah bagi pelaksanaan program Sekolah Literasi Indonesia (SLI) di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat.

Konsultan Relawan SLI (Kawan SLI) yang bertugas di sana menggelar pelatihan perdana  untuk 12 Kepala Sekolah SD/MI yang lolos sebagai sekolah dampingan.

Materi yang disampaikan pada pelatihan tersebut adalah pengenalan dan praktik Metode Uswah.

Metode Uswah sendiri bertujuan untuk membangun performa sekolah yang efektif. Metode ini dikembangkan oleh Makmal Pendidikan, program yang berfokus menjadi laboratorium dari Dompet Dhuafa Pendidikan.

Metode Uswah tersusun dari tiga lingkup pengembangan kapasitas institusi sekolah, yaitu kepemimpinan sekolah, budaya sekolah, dan sistem pembelajaran. 

Pada MetodeUswah terdapat tools untuk mengukur performa sekolah di awal program. Karenanya, materi ini disampaikan di pelatihan perdana. Dengan mengukur performa sekolah, para Kepala Sekolah dapat memahami apa yang harus diperbaiki dan yang harus ditingkatkan selama program. Kawan SLI-lah yang bertugas untuk mendampingi proses tersebut.

Pelatihan perdana ini dibagi ke dalam dua sesi. Sesi pertama dibawakan oleh Darfin Lengkapnya, yang membahas tentang ruang lingkup kepemimpinan sekolah.

Kemudian sesi kedua diisi oleh Naya Lengkapnya, tentang lingkup sistem pembelajaran dan budaya sekolah. Bertindak sebagai Fasilitator Training adalah Aya Lengkapnya.

Baik Darfin, Naya, maupun Aya, ketiganya adalah Kawan SLI yang bertugas di Kabupaten Bima, tepatnya di Kecamatan Belo dan Palibelo.   

Pelatihan kali pertama ini digelar di SDN Panda. Para peserta terdiri dari 8 Kepala SD dan 4 Kepala MI dari kedua kecamatan tersebut.

Antusiasme dan semangat para kepala sekolah terlihat selama pelatihan, terutama ketika kerja kelompok. Mereka sangat serius mengerjakan tugas yang diberikan, sampai-sampai tidak ada anggota kelompok yang diam menganggur.

Keseruan lain adalah ketika para peserta maju untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok dengan didahului yel-yel nan kreatif.

Semangat yang membara dari para kepala sekolah tersebut merupakan gambaran akan betapa besar perjuangan mereka untuk mengubah mutu pendidikan menjadi lebih baik. Semangat inilah yang harus dicontoh oleh para penerus bangsa ini. 

Ya, perubahan membutuhkan proses. Dalam proses ada tantangan. Semoga setiap tantangan yang datang mudah untuk kita selesaikan, sehingga cita-cita untuk mencerdaskan anak bangsa dapat mewujud nyata.