Ketua DPR RI :Nilai-Nilai Universal Kepahlawanan Harus Diteladani Generasi Milenial

Nusantara Wisata

KORANBOGOR.com.JAKARTA-Puan Maharani ,Ketua DPR RI menyatakan nilai-nilai universal kepahlawanan harus diteladani oleh generasi milenil dan sangat relevan dengan perkembangan zaman.

Nilai-nilai itu, menurut Puan, antara lain cinta tanah air, rela berkorban dan berani. “Dengan menerapkan prinsip cinta tanah air, rela berkorban dan berani dalam aktivitasnya, maka generasi milenial telah mewarisi semangat kepahlawan?” kata politisi PDIP itu di Jakarta, Minggu (10/11/2019).

Menurut Puan, dengan menerapkan prinsip cinta tanah air, generasi muda pasti akan berkarya agar negaranya maju sejajar dengan negara-negara modern dunia.

“Cinta tanah air juga akan membuat para milenial tidak rela negaranya terpecah karena perbedaan suku dan agama sehingga mereka akan mengaktivasi kegiatan yang mendukung kebhinekaan,” ujarna.

Prinsip rela berkorban, dan berani menurut Puan juga diterapkan para millennial ketika mereka bersinergi, dan berkolaborasi mewujudkan sebuah ide.

“Kita sudah melihat fenomena anak-anak muda yang rela sekaligus berani meninggalkan zona nyamannya untuk terjun ke desa desa membantu warga dibidang kesehatan, Pendidikan dan kewirausahaan,” tambahnya.

Karena itu, Puan optimistis dengan mengusung nilai-nilai dasar kepahlawanan maka akan lahir generasi-generasi pejuang di bidangnya masing-masing. “Dimana setiap generasi akan memiliki kepahlawanannya sendiri,” jelas Puan

Pahlawan sebagai simbol kebhinekaan

Terkait 6 tokoh yang ditetapkan pemerintah pada tahun ini sebagai pahlawan nasional, kata Puan mereka adalah tokoh-tokoh yang berasal dari suku dan latar belakang yang berbeda.

Itu menunjukan semua komponen bangsa dari semua suku, agama bahu bahu membangun negara ini. Indonesia dibangun oleh mereka yang berbhineka.

Oleh sebab itu Puan berharap generasi saat ini bisa menjaga semangat kebhinekaan yang telah ditunjukan oleh para pahlawan tersebut.

“Kita mengapresiasi penunjukan Rohana Kudus dari Sumatera Barat sebagai pahlawan. Ini sekaligus menunjukan bahwa perempuan dan pers berjasa nesar dalam memerdekakan dan membangun NKRI ini,” pungkasnya. (Red)