Komisi III DPR RI Tetapkan Delapan Hakim Agung

Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Komisi III DPR memilih delapan nama sebagai hakim agung dalam rapat pleno Komisi III terkait penetapan calon hakim agung dan hakim ad hoc pada Mahkamah Agung, Kamis (23/1/2020). Dengan demikian diharapkan kekurangan hakim agung dapat teratasi sebagian.

“Berdasarkan musyawarah mufakat, maka persetujuan atas nama calon hakim agung dan hakim ad hoc telah diputuskan,” ujar Ketua Komisi III DPR Herman Hery saat memberikan keterangan di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2020.

Delapan nama itu yakni Soesilo untuk kamar pidana, Dwi Sugiarto dan Rahmi Mulyati untuk kamar perdata, Busra untuk kamar agama, Brigjen TNI Sugeng Sutrisno untuk kamar militer, Agus Yunianto dan Ansori untuk ad hoc tipikor, dan Sugiyanto untuk kamar hubungan industrial. Sementara dua calon hakim agung lainnya yakni Sartono dan Willy Farianto dinyatakan tak lolos seleksi.

Herman Hery mengakui bahwa delapan calon ini masih belum memenuhi jumlah yang dibutuhkan oleh MA, yakni sebanyak 11 hakim agung. Namun demikian, politikus PDIP itu memastikan bahwa pihaknya terbuka untuk kembali melakukan proses fit and proper test pada calon hakim agung berikutnya.

Dia menyerahkan proses seleksi itu kepada Komisi Yudisial (KY). “Kalau bicara kebutuhan hakim agung masih banyak. Kami serahkan prosesnya ke KY. Kami siap saja kapan lagi KY mengajukan nama-nama untuk kemudian dimusyawarahkan dan diputuskan menjadi hakim agung,” kata Herman.

“Soal nama baru, KY akan melakukan proses sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Dan kami harap di kali berikut dia akan mengajukan lagi namanya,” katanya.

Politisi PDIP itu menyebutkan, delapan nama yang terpilih ini telah memenuhi syarat dan standar sebagai hakim agung. Dia berharap para hakim agung yang terpilih ini dapat melakukan terobosan di MA.

“Harapan kami, hakim agung yang dipilih bisa melakukan terobosan dalam mengatasi situasi di MA.

Terobosan itu termasuk sistem dan mekanisme infrastruktur terkait penanganan perkara agar lebih transparan, cepat dan berkualitas,” tuturnya.(Red)