Komunitas Ciliwung Butuh Panduan Pahami Kondisi Kekinian Indonesia

Nusantara Wisata

KORANBOGOR.com, DEPOK,– Kaum milenial yang tergabung dalam Komunitas Ciliwung Depok (KCD) mengungkapkan kegundahannya dengan kondisi kekinian di tengah merayakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-75.

“Kami butuh panduan untuk memahami kondisi negeri saat ini, apalagi banyak informasi yang simpang siur di media sosial,” ujar Amrih Maulana, Ketua KCKD, didampingi relawan Raissa Nur Latifah, usai Upacara Bendera 17 Agustus 2020 di Pinggir Kali Ciliwung, bawah jembatan, Grand Depok City, Pancoranmas.

Namun begitu, katanya, Komunitas Ciliwung Kota Depok tetap konsisten menyosialisasikan penyelamatan Sungai Ciliwung demi terjaganya fungsi & lingkungan untuk keseimbangan alam secara keseluruhan.

“Kami sendiri beraktivitas secara kreatif, dan Taman Komunitas Ciliwung di sini juga dijadikan taman bermain & pendidikan. Baik dimanfaatkan komunitas lain, sekolah, hingga masyarakat sekitar,” ujarnya, yang diiyakan pembinanya Syahrul.
SMKN 2

Komunitas Ciliwung, yang didirikan Taufik pada 2011, itu pun tidak mau kalah dengan instansi pemerintah atau lainnya dalam memperingati HUT ke-75 Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, salah seorang pelatih Pramuka yang juga pembina kami memberikan solusi,” ujar Amrih.

Sekitar pukul 08:15, Upacara Bendera Pengibaran Merah Putih dimulai.

Sekelompok Pelajar SMKN 2 di Bilangan Sawangan, Kota Depok, bersiap dalam posisi masing-masing. Mulai berbaris rapi dengan seragam putih-putih bertopi, berjalan tegap menuju tiang bendera dari bambu, hingga menaikkan Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Mereka tetap tegar dan hikmat walau tanpa dihadiri satu pun pejabat pemerintahan. Selesai itu mereka berbaur dengan peserta dari berbagai komunitas lain dan masyarakat. Keceriaan, dan kecerahan pagi disertai berisik halus aliran air sungai.

Penyaji : Iksan