Mahendra Siregar Dinilai Layak Masuk Kabinet Jokowi

Nusantara

KORANBOGOR.com,JAKARTTA – Nama Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Mahendra Siregar meramaikan  bursa calon Menteri Koordinator (Menko) bidang Ekonomi. Masuknya Mahendra dinilai  positif. 

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan Mahendra bukan orang baru di dunia perekononian Indonedia.

Faisal menilai, pengalaman Mahendra di bidang ekonomi sudah baik.Dia  pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerja Sama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional.

“Kita berbicara kompetensi dan juga kita berharap orang-orang yang terpilih harus bisa mengatasi permasalah atau memberbaiki kelemahan dan fungsi pada Kementerian Koordinator Perekonomian lima tahun terakhir ini,” kata Faisal, di Jakarta, Senin, 10 September 2019.

Faisal menyebut, menteri setingkat koordinator harus punya kemampuan memimpin dan menguasai masalah. Sebab, jabatan Menko Ekonomi sangat vital dan memimpin kementerian teknis di bawahnya.

Apalagi, di periode pemerintahan kedua ini, Presiden Joko Widodo menegaskan perlunya perluasan di bidang perdagangan dan ekonomi internasional. 

Faisal menyebut, masalah ekonomi yang muncul bukan hanya karena masalah sektoral semata. Tetapi, kata dia, terkadang ada masalah sinkronisasi antara satu sektor dengan sektor yang lain dalam kementerian.

“Calon Menteri Koordinator Perekonomian semestinya harus memiliki pengalaman yang luas dan mengerti permasalahan, harus punya kemampuan leadership dan pemahaman tentang masalah yang ada, seperti ekspor dan investasi,” kata dia.

Faisal menyebut, dua masalah vital di sektor ekonomi saat ini yaitu pandangan parsial pada masalah vital. Untuk itu, calon Menko Ekonomi harus punya kemampuan melihat masalah dari hilir ke hulur, baik masalah ekspor maupun investasi.

Dia berharap, masuknya Mahendra ke bursa Menko Ekonomi diiringi dengan kemampuan mengambil solusi.

“Saya sudah bilang tadi, harus mempunyai kompetensi, kemampuan untuk membuat terobosan-terobosan,, memperkuat koordinasi di setiap sektor, dan pemahaman terhadap masalah ekonomi yang ada. Ini yang perlu kita uji jika beliau terpilih,” ujar dia.