Menanamkan Minat Literasi Sejak Dini

Kampus Kita Nusantara

KORANBOGOR.com.YOGYAKARTA-Perkembangan literasi pada anak pra sekolah berada pada tahap literasi dasar.Literasi adalah sebuah aktifitas yang dilakukan seseorang saat memahami informasi dalam membaca,menulis,berhitung dan memecahkan masalah dikehidupan sehari-hari.

Literasi juga dapat disebut belajar karena saat proses literasi dilakukan sang pelaku atau anak akan memahami apa saja informasi yang disampaikan atau yang dia baca,dari situlah pengetahuan akan didapatkan secara langsung maupun tak langsung.

Pada saat ini sekolah-sekolah di Indonesia sedang gencar melakukan program literasi diawal proses pembelajaran selama 10-20 menit.

Proses tersebut dimaksudkan untuk menumbuhkan budi pekerti anak, menumbuh kembangkan rasa literasi membaca dan menulis dan fakta hasil survei internasional (PIRLS 2011, PISA 2009 & 2012) yang mengukur bahwa keterampilan membaca peserta didik Indonesia menduduki peringkat bawah.

Untuk meningkatkan rasa minat dan suka dalam literasi sejak dini siswa atau anak dikenalkan terlebih dahulu dengan bacaan-bacaan yang ringan seperti membaca dengan banyak gambar dengan tulisan yang sedikit dengan hal itu anak atau siswa akan tertarik untuk membaca.

Kemudian anak diperkenalkan dengan tanda baca supaya ketika saat membaca anak tersebut tidak akan salah dalam pelafalannya.

Jika sudah mulai gemar dalam membaca anak akan dengan cepat memahami isi bacaan atau informasi yang diberikan.

Lalu pada saat ini juga perkembangan IPTEK yang sangat cepat dalam proses literasi dapat dilakukan tanpa menggunakan buku fisik tetapi dengan menggunakan E-Book ataupun jurnal-jurnal yang ada di internet sehingga pada proses tersebut dapat dilakukan dimana saja kapan pun.

Literasi juga menjadi hal yang baik diterapkan ketika akan belajar karena anak akan membaca buku atau rangkuman dari materi yang sudah diberikan oleh sang guru kemudian anak tersebut setelah membaca dan mempelajari lalu ditulis kembali sehingga pada saat kedua proses tersebut anak akan langsung memahami apa yang dijelaskan oleh guru, metode ini lebih baik daripada siswa hanya mendengarkan gurunya memberikan penjelasan.

Red/Fendy Ramadhan : Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata                    Tamansiswa Yogyakarta)