Minuman Warisan Leluhur ini masih Tetap Eksis di Masa Pandemi

Nusantara

Oleh : Alfrina Handayani

KORANBOGOR.com.KEBUMEN-Meski zaman semakin modern, tetapi jamu tradisional masih tetap eksis bahkan malah menjadi lebih populer. Begitu pula dalam situasi pandemi seperti saat ini, jamu tradisional menjadi salah satu produk yang banyak dicari masyarakat.

Jamu menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat sistem imun tubuh seseorang. Jamu adalah obat herbal tradisional Indonesia yang telah
dipraktekkan selama berabad-abad di masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit (Elfahmi et al., 2014).

Masih banyak orang yang percaya bahwa kandungan rempah-rempah dari jamu secara alami dapat membantu menjaga daya tahan tubuh dan terhindar dari berbagai macam penyakit salah satunya agar terhindar dari covid-19.

Penggemar jamu pun semakin bertambah dan tentunya permintaan terhadap jamu menjadi meningkat. Masyarakat kembali tersadar akan khasiat warisan leluhur untuk memperkuat daya tahan tubuh dengan meminum jamu tradisional.

Jamu tradisional ini diolah dari berbagai jenis tanaman rimpang seperti kunyit, temulawak, kunir, jahe, kencur, biji pala hingga lengkuas.

Berikut ini jenis minuman warisan leluhur tersebut yang banyak diburu masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama pandemi covid-19
Kunyit asam
Kunyit asam merupakan minuman olahan jamu tradisional yang memiliki rasa segar, manis, dan sedikit asam. Tak hanya wanita, pria dan anak-anak juga menyukai kunyit asam. Minuman tradisional ini makin nikmat disajikan dalam keadaan dingin. Kesegarannya makin berlipat dan
rasa dahaga pun bisa cepat reda.
Jamu kunyit asam ini dibuat dari kunyit dan asam dengan tambahan daun asam muda juga digunakan untuk menambah cita rasa segar pada minuman kunyit asam.
Selain segar, kunyit asam juga bermanfaat bagi kesehatan. Jamu ini dapat membantu menetralisasi racun, mengatur gula darah, mencegah kanker, meningkatkan daya tahan tubuh, dan meredakan nyeri haid pada wanita.
Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, jamu kunyit asam tidak hanya dijual oleh pedagang jamu gendong.Minuman tersebut kini dapat dengan mudah kita temui di pasaran, baik secara offline maupun online.
Beras kencur
Selain kunyit asam, jamu yang juga paling dicari pembeli adalah beras kencur. Minuman ini berwarna putih pucat karena terbuat dari beras dan kencur. Jamu ini punya aroma dan rasa yang khas. Rasa unik tersebut berkat perpaduan rasa manis, asam, dan sedikit pahit.
Minuman tradisional ini bisa membantu mengatasi pegal linu, mengatasi masuk angin, mempertebal dinding lambung, meningkatkan sistem imun, dan menambah nafsu makan.
Wedang uwuh
Sesuai namanya, wedang uwuh dalam bahasa Jawa punya arti unik. Wedang berarti “minuman” sedangkan uwuh berarti “sampah”. Dijuluki sebagai minuman sampah karena terdiri dari potongan rempah-rempah.
Dalam segelas wedang uwuh, terdapat jahe yang ditambahkan kayu secang, cengkih, kayu manis, pala, serai, kapulaga, dan gula batu. Seluruh bahan ini direbus kemudian disajikan dalam keadaan hangat.

Saat disesap, minuman ini akan meninggalkan aroma wangi rempah di tenggorokan. Jahe dan kapulaga memberi sensasi hangat pada tubuh.

Seluruh bahan tadi bisa membantu mengobati penyakit seperti batuk, masuk angin, perut kembung, pegal linu, dan menyegarkan badan.

Itulah beragam minuman warisan leluhur yang laris manis di masa pandemi. Hingga sampai saat ini jamu tradisional kian hari semakin berkembang dan inovatif.

Referensi :
Elfahmi, Woerdenbag, H. J., & Kayser, O. (2014). Jamu: Indonesian traditional herbal medicine
towards rational phytopharmacological use. In Journal of Herbal Medicine.
https://doi.org/10.1016/j.hermed.2014.01.002
Kusumo, Adristy Ratna, et al. “JAMU TRADISIONAL INDONESIA: TINGKATKAN
IMUNITAS TUBUH SECARA ALAMI SELAMA PANDEMI.” Jurnal Layanan Masyarakat
(Journal of Public Services) 4.2 (2020): 465-471.