Muskab PMI Sleman: Optimalkan Kinerja Organisasi dalam Memberikan Pelayanan pada Masyarakat

Nusantara

KORANBOGOR.com,SLEMAN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah memiliki Peraturan Bupati Sleman Nomor 38.26 tahun 2018 tentang pedoman penyelenggaraan program jaminan biaya pengolahan darah.
Dan, Pemkab Sleman berkomitmen serius dalam pelayanan darah gratis bagi warga Sleman.

Hal itu disampaikan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo, MSi melalui Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat Suci Iriani Sinuraya di depan peserta Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Kabupaten Sleman tahun 2019 di Kantor Balai Besar Latihan Masyarakat Yogyakarta, Beran, Tridadi, Sleman, Kamis (27/6/2019).

Pada kesempatan itu, Suci Iriani Sinuraya berharap melalui pelaksanaan Muskab PMI Sleman dapat melahirkan program dan kebijakan yang tepat untuk mengoptimalkan kinerja organisasi dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.

Selain itu, Suci juga berharap kegiatan PMI di Sleman bisa mendukung program Pemkab Sleman dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara umum.

Di sisi lain, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Gusti Bendara Pangeran Harya (GBPH) H. Prabukusumo, S.Psi mengaku sangat puas dengan kinerja PMI Kabupaten Sleman.

Dan kepuasan tersebut bukan tanpa sebab. Menurutnya, apa yang telah dilaksanakan PMI Kabupaten Sleman periode 2014-2019 itu sangat luar biasa. “Karena pertama kalinya biaya pengolahan darah bisa dibackup oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah atau APBD,” kata Prabukusumo.
Bagi Prabukusumo, hal itu adalah pertama kalinya di DIY. “Dan itu tidak mudah,” tandas Prabukusumo.

Pada kesempatan itu, Prabukusumo mengatakan, langkah yang dilakukan PMI bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sleman.

“Hal ini karena tidak jarang masyarakat yang menderita thalasemia, leukemia, operasi dan sebagainya untuk bisa bertahan hidup butuh darah secara terus-menerus,” kata Prabukusumo, yang menambahkan bahkan hal itu perlu biaya yang tidak sedikit hingga masyarakat harus menjual perhiasan dan barang berharga lainnya untuk mendapatkan darah.

Di akhir sambutannya, GBPH Prabukusumo berharap daerah lain di DIY yang APBD-nya cukup bisa meniru apa yang telah berjalan di Kabupaten Sleman.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Sleman, Sunartono, mengatakan, agenda pelaksanaan Muskab PMI Kabupaten Sleman tahun 2019 ini terdiri dari laporan pertanggungjawaban, penyusunan rencana strategis dan pemilihan pengurus baru periode 2019-2024.

Adapun hasil dari Muskab PMI Kabupaten Sleman memilih DR dr Sunartono, M.Kes sebagai calon tunggal dan terpilih kembali sebagai Ketua PMI Kabupaten Sleman masa bakti 2019-2020.

Selian itu, dalam Muskab PMI Sleman juga berhasil memilih tim formatur terdiri dari 7 orang, yaitu: Sunartono, Sugeng, Sarijan, Sudiman, Endro Pramono, Riyanto dan Suwadi.

Nantinya, formatur itu bertugas menyusun kelengkapan pengurus baru PMI Kabupaten Sleman masa bakti 2019-2024. “Dan, paling lambat satu bulan sudah terbentuk,” papar Sunartono. (Affan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *