Nissan Fortz Merilis Lagu Religi Terbaru Berjudul “Asadul Usud”

Bogor Now Nusantara Wisata

Meriwayatkan Nabi Idris AS; rasul kedua setelah Nabi Adam AS yang patut diimani.

KORANBOGOR.com,JAKARTA-Solois asal Bandung, Nissan Fortz merilis lagu religi terbaru berjudul “Asadul Usud”. Perilisan ini merupakan langkah lanjutan dari sisi spiritual seorang Nissan Fortz dalam rangka menyambut dan merayakan bulan suci ramadhan dengan rajutan-rajutan nada atau lagu. Tahun lalu, Nissan Fortz merilis karya religi pertamanya dengan titel “Adam dan Hawa”.

Merujuk pada judul lagu yang tersirat, “Asadul Usud” merupakan lagu dengan latar kisah Nabi Idris ‘Alaihissalam (AS). Diksi yang dipilih menjadi judul lagu ini adalah julukan yang melekat dengan diri seorang Idris. Julukan yang diberikan oleh Allah SWT karena keberanian dan kegagahan Idris semasa hidup. Asadul Usud sendiri memiliki arti; Singa dari segala Singa.

“’Asadul Usud’ adalah julukan yang disematkan kepada Nabi Idris AS karena keberanian dan kegagahannya dalam menjalankan perintah-perintah Allah SWT. Julukan yang mempunyai makna Singa dari segala Singa. Julukan yang juga saya pahami sebagai sosok pemberani, tangguh dan tidak mudah putus asa.

Tanpa mengesampingkan kisah-kisahnya yang mengagumkan, latar julukannya inilah yang saya garisbawahi dan kemudian menjadi pijakan dasar dalam pembuatan lagu,” ujar Nissan Fortz.

Apa yang diceritakan lebih merinci dalam lagu “Asadul Usud” tentu saja turut berkisar tentang riwayat dari seorang Idris sebagai salah satu Nabi yang wajib diketahui dan patut diimani oleh umat Islam.

Seperti kita ketahui, Nabi Idris AS merupakan rasul kedua setelah Nabi Adam. Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam AS. Dia adalah putra dari Qabil dan Iqlima (putra dan putri Nabi Adam).

Tidak hanya bermuara pada julukan dan silsilahnya saja, Nissan Fortz juga merajut jejak riwayat Idris yang memiliki manfaat besar untuk dunia hingga sekarang, semisal tentang keahliannya dalam mendisiplinkan ilmu pengetahuan seperti pengenalan tulisan, matematika, dan ilmu perbintangan (falaq) atau yang belakangan dikenal sebagai astronomi.

“Ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari kisah Nabi Idris dan layak diketahui sesuai ajaran Alquran, tepatnya surat Maryam ayat 56-57. Saat itu, Allah memerintahkan Nabi Idris untuk mengajak seluruh manusia agar berjalan pada kebenaran.

Saat itu dia adalah manusia pertama yang menerima wahyu lewat Malaikat Jibril ketika dirinya berusia 82 tahun, dan… tentu saja kisah Nabi Idris masih relevan hingga saat ini,” beber Nissan Fortz.

Dari segi musical, “Asadul Usud” menawarkan bunyi musik akustik eklektik. Meski hanya berbekal dawai, apa yang terdengar seolah-olah merupakan jelmaan lain yang lahir dari kepingan-kepingan kecerdasan ilmu yang diemban seorang Idris dalam hal ini yang nampak jelas adalah ilmu matematika.

Simak betapa agresifnya bunyi yang terdengar disepanjang lagu berdurasi 4.31 menit tersebut. Agresifitas itu beriringan dengan tarian pola-pola progresif yang rumit namun tetap enak didengar sekaligus gagah sebagaimana merujuk pada makna lagu.

“Asadul Usud” dikerjakan di Marun studio, Bandung dengan polesan akhir mixing dan mastering oleh Sendy Than Ratu. Lagu ini turut menghadirkan goresan ilustrasi dari kolektif kreatif Duafragma sebagai wajah lain dari tersiratnya lagu “Asadul Usud”. 

“Asadul Usud” sudah bisa dinikmati di kanal YouTube: Nissan Fortz Music terhitung Jumat, 16 Mei 2020.

(Red/Mr Moro)